PKS Turunkan Kader Perempuan di Pilkada Mataram

Lima kader perempuan PKS yang diperkenalkan sebagai bakal calon kepala daerah di Kota Mataram. (Suara NTB/PKS)

Mataram (Suara NTB) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB memperkenalkan lima srikandinya yang bakal diturunkan dalam Pilkada Kota Mataram tahun 2020 mendatang. Kelima srikandi tersebut akan mulai ditawarkan kepada warga Kota Mataram.

Ketua Fraksi PKS di DPRD NTB, Johan Rosihan yang dikonfirmasi, Rabu, 3 Juli 2019 kemarin membenarkan bahwa partainya menyiapkan lima calon perempuan untuk ditawarkan kepada masyarakat sebagai kandidat bakal calon dalam Pilkada Kota Mataram. “PKS akan mengusung kader sendiri, dan diberi prioritas kader perempuan,” katanya.

Disebutkan Johan, lima srikandi tersebut yakni pertama Nuryanti Tadjudin yang diklaim merupakan bagian dari keluarga besar PKS, karena ia adalah istri dari mantan Ketua DPW PKS NTB, Suryadi Jaya Purnama (SJP). Diketahui Nuryanti yang juga merupakan ketua presidium KAMMI NTB itu saat ini masih bersetatus sebagai ASN di lingkup Pemprov NTB, sebagai kepala bidang di Bappeda.

Berikutnya yakni Hj. Istiningsih. Namanya sudah cukup familiar di kalangan masyarakat kota Mataram dan juga elit politisi. Mengingat sebelumnya ia merupakan anggota DPRD Provinsi NTB dua periode dari dapil Kota Mataram. Saat ini ia juga dipastikan kembali terpilih sebagai anggota DPRD Kota Mataram pada Pemilu 2019 ini.

“Ketiga ibu Lilik Sri Hartini, beliau wakil direktur SDIT anak Sholeh Mataram dan Ketua yayasan Bina Insan Mandiri Cakra Negara,” sebut Johan.

Srikandi keempat yang diperkenalkan PKS sebagai kandidat bakal calon Walikota Mataram yakni Dwi Anggraini Kusumah, ST, seorang pengusaha muda di bidang real estate yang kemarin maju sebagai caleg DPR RI dapil NTB 2. Terakhir yakni Febri khairunnisa, yang dikenal sebagai seorang aktivis perempuan yang saat ini menjadi Direktur  Bank Sampah Bintang Sejahtera.

Johan pun membeberkan alasan mengapa partainya menawarkan figur perempuan sebagai kandidat bakal calon untuk Pilkada di Kota Mataram. Karena dalam pandangan partainya bahwa Kota Mataram ini perlu pemimpin perempuan untuk menyelesaikan berbagai kompleksitas permasalahan di Mataram.

“Mataram kota kecil, cukuplah seorang perempuan hebat yang mengurusnya. Masalah soal sampah, tata ruang yang tidak tertata dan masalah manajemen pemerintahan yang menurut kami itu semua masalah-masalah yang menuntut pemimpin yang teliti dan telaten. Sehingga perempuan punya taste khusus untuk masalah-masalah dasar seperti itu,” jelasnya.

Setelah memperkenalkan lima srikandi yang ditawarkan sebagai kandidat bakal calon walikota dan wakil walikota Mataram itu. Selanjutnya PKS akan melihat respon masyarakat terhadap kelimanya. Siapa di antara kelima srikandi tersebut yang disukai oleh masyarakat Kota Mataram, maka dialah yang bakal diprioritaskan untuk diusung.

“Insya Allah dalam waktu dekat akan dimulai tahapannya melalui Pemilu internal kader Kota Mataram,” ucapnya.

Kata Johan, khusus kota Mataram, perempuan lebih diprioritaskan dan hal itu telah dipertimbangkan oleh partai dengan kalkulasi politik yang sudah dihitung dengan matang.

“Masih ada enam daerah yang akan menggelar pilkada di NTB ini. Saya kira di sana kita prioritaskan kader laki-lakinya. Ini sudah dibahas semuanya secara fair dan diajukan melalui mekanisme dalam forum pengambilan kebijakan partai,” pungkasnya. (ndi)