APBD 2020 Ditetapkan Anggota Dewan Lama

Mahdi Muhammad (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Anggota DPRD Provinsi NTB periode 2014-2019 efektif bekerja tinggal dua bulan lagi. Masa jabatan mereka akan berakhir per tanggal 2 September mendatang, yang kemudian pada saat yang sama berlangsung pelantikan anggota dewan baru hasil Pemilu 2019 untuk periode 2019 – 2024.

Dalam sisa masa jabatan dua bulan ini, anggota dewan dihadapkan pada banyak agenda yang harus dituntaskannya. Yakni pertama pembahasan pertanggungjawaban Gubernur atas penggunaan APBD tahun anggaran 2018, kedua pembahasan APBD murni tahun 2020 dan pembahasan APBD perubahan tahun anggaran 2019 ini.

Sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin (24/6) kemarin menyampaikan bahwa pihaknya optimis bisa menuntaskan tiga agenda besar tersebut dalam sisa waktu dua bulan masa jabatan anggota dewan lama.

Baca juga:  Misbach dan Isvie Bersaing Ketat Jadi Ketua DPRD NTB

“Ya efektifnya tinggal dua bulan, dan Insya Allah akan dibahas anggota dewan yang sekarang, kalau melihat jadwal Banmus yang sudah disusun, Insya Allah bisa diselesaikan. Sehingga anggota harus benar-benar fokus,” ujar Mahdi.

Penetapan APBP murni 2020 akan dilaksanakan paling lambat Bulan Agustus, begitu juga dengan APBD Perubahan 2019. Sehingga pembahasannya pun akan dilaksanakan secara paralel. “Insya Allah Bulan Agustus ini bisa ditetapkan,” katanya.

Dijelas Mahdi, adapun alasan mengapa penetapan APBD 2020 dilakukan oleh anggota dewan yang lama, padahal masih memiliki waktu yang panjang untuk dibahas dan ditetapkan oleh anggota dewan baru. Mengingat APBD 2020 paling telat bisa ditetapkan pada Bulan November. Artinya, anggota dewan yang baru akan dilantik pada awal September mendatang, terhitung memliki waktu tiga bulan untuk membahas APBD murni 2020.

Baca juga:  Perebutan Kursi Ketua DPRD NTB Memanas

“Kalau menunggu anggota yang baru untuk membahas APBD murni 2020, itu dikhawatirkan nantinya terbentur dengan dinamika politik pascapelantikan itu. Karena kan selesai pelantikan masih ada dinamika pemilihan AKD (Alat Kelengkapan Dewan) seperti komisi-komisi,” pungkasnya. (ndi)