Gerindra Belum Pastikan Usung Kader di Pilkada KLU

Ketua DPC Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto (Suara NTB/dok)

Tanjung (Suara NTB) – Sebagai pemenang pemilu legislatif (pileg) 2019 di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan suara terbanyak dan jumlah kursi terbanyak (5 kursi), Partai Gerindra menjadi barometer penentu arah politik di KLU. Langkah Gerindra KLU untuk mengusung kader atau mengalihkan dukungan dengan berkoalisi bersama partai lain, masih ditunggu publik.

Kepada wartawan, Ketua DPC Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto, S.Pd.B. SIP., Senin,  24 Juni 2019, mengklaim belum menentukan arah politik pada Pilkada 2020 mendatang. Meski sebagai parpol pemenang pileg di KLU, Gerindra masih belum mengambil kesimpulan. Apakah mendukung kader sendiri sebagai calon, ataukah mendukung figur dari luar partai.

“Jadi semua memiliki kesempatan yang sama untuk kami usulkan ke depan, jika memang ada yang lebih baik dari Pak Sarifudin, kenapa tidak,” ungkap Sudirsah.

Dari penyampaian itu, Sudirsah memberi isyarat bahwa Partai Gerindra Lombok Utara belum memberi jaminan dukungan politik akan mengalir kepada Wakil Bupati Lombok Utara itu. Nama Sarifudin, memang banyak disebut-sebut publik sebagai salah satu kandidat calon pasangan kepala daerah/wakil kepala daerah.

Bagi Sudirsah, Gerindra di daerah manapun ingin tampil sebagai pemenang pilkada. Gerindra juga tidak ingin salah dalam menentukan pilihan dukungan kepada calon. “Soal siapa nama kandidat yang akan diusung maju dalam pilkada 2020, sampai saat ini belum diputuskan,” sebutnya.

Ia melanjutkan, paket pasangan calon  yang akan diusung nanti haruslah memiliki elektabilitas tinggi. Untuk  mengetahui ini, Gerindra pun akan melakukan survei internal.

Selain itu, pihaknya ingin paket calon Bupati dan Wakil Bupati ke depan memiliki komitmen tinggi dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Visi misi yang jadi jualan politik harus benar-benar realistis dan mampu dilaksanakan. Terlebih lagi, masyarakat Lombok Utara membutuhkan langkah percepatan dan bukan perlambatan pembangunan. “Jadi nanti akan kita nilai dan lihat perkembangan di lapangan, kalau Pak Bupati (Najmul, red) berpeluang juga untuk memenuhi kriteria yang kami harapkan, kenapa tidak,” sebutnya.

Sudirsah bahkan menegaskan, Gerindra tidak mematok syarat material dari bakal calon dalam menarik dukungan Gerindra. Sebaliknya, syarat elektabilitas, mampu dan berintegritas sangat diutamakan.

“Saya pribadi katakan, siapa saja yang kami usung tidak ada istilah mahar-maharan, kualitas dan peluang menang dulu jadi prioritas kami,” tandasnya. (ari)