Calon Independen Diprediksi Banyak Muncul di Pilkada Serentak 2020

Ruslan Turmuzi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pada Pilkada serentak 2020 yang akan digelar di tujuh kabupaten/kota di NTB, diprediksi akan banyak muncul calon dari jalur independen. Jalur independen banyak dilirik karena terinspirasi dari keberhasilan H. Moch. Ali BD yang berhasil lolos sebagai calon Gubernur NTB tahun 2018 lalu melalui jalur independen.

Pandangan itu diungkapkan politisi PDIP, Drs.Ruslan Turmuzi. Ia memprediksi akan banyak figur yang mencoba tampil di panggung politik serentak 2020 melalui jalur independen. “Mereka banyak yang terinspirasi dari Ali BD, banyak yang akan muncul besok ini calon independen,” katanya.

Dikatakan Ruslan, dirinya banyak mendengar sejumlah figur yang berencana akan menggunakan jalur independen. Mereka berpandangan bahwa jalur independen jauh lebih murah biaya politiknya dari pada menggunakan partai politik.

“Apalagi di tingkat kabupaten/kota jauh lebih kecil kebutuhan syarat KTP yang akan dikumpulkan. Misalnya seperti di KLU, berapa KTP syaratnya, tidak banyak,’’ katanya.

Baca juga:  Muzihir Pertimbangkan Maju di Pilkada Mataram

Diakui, memang keterpilihan seseorang sebagai kepala daerah juga tidak ditentukan oleh seberapa besar parpol mendukungnya. Hal itu diperlihatkan oleh hasil Pilgub NTB 2018, yang dimenangkan oleh pasangan Dr. H.Zulkieflimansyah-Dr. Hj.Sitti Rohmi Djalilah yang hanya didukung oleh dua parpol yakni PKS dan Demokrat. Pasangan tersebut berhasil mengalahkan pasangan H. Ahyar Abduh-Mori Hanafi yang didukung tujuh partai, yakni Gerindra, PDI-P, PPP, PAN, Hanura, PBB dan PKPI.

Fakta politik Pilkada 2018 tersebut semakin memperkuat asumsi bahwa jalur independen juga sangat memungkinkan untuk meraih kemenangan. Sebab besarnya dukungan parpol yang dimiliki tidak menggaransi kemenangan.

‘’Ya, karena keterpilihan sebagai figur tidak ada kaitannya dengan partai politik. Partai itu hanya syarat untuk menjadi calon,’’ katanya.

Baca juga:  PKS Petakan Kekuatan Politik untuk Pilkada Serentak 2020

Namun demikian, munculnya calon jalur independen tersebut tentu menjadi tamparan keras bagi partai politik yang diasumsikan dengan politik berbiaya mahal jika menggunakan kendaraan partai.

Akan tetapi Ruslan sendiri yang berencana akan maju di Pilkada serentak 2020 mendatang akan tetap menggunakan partai politik.

‘’Saya kan orang partai, saya akan pakai kendaraan partai. Sudah banyak partai yang melirik saya, banyak sudah saya bangun komunikasi,” tuturnya.

Keinginan untuk tampil di Pilkada Lombok Tengah (Loteng) 2020, ia mengaku murni karena permintaan dari konstituennya yang ingin melihat dia jadi Bupati Loteng. Pasalnya dia sudah lima periode sebagai anggota DPRD Provinsi NTB. ‘’Saya diminta pulang kampung, karena sudah lima periode di DPRD. Masyarakat menginginkan saya jadi Bupati Loteng,’’ pungkasnya. (ndi)