PKS Petakan Kekuatan Politik untuk Pilkada Serentak 2020

Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi bersama Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Setelah mengetahui perolehan suara sementara hasil pileg 2019, sejumlah partai sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk menghadapi perhelatan politik Pilkada serentak di tujuh Kabupaten/Kota yang akan digelar tahun 2020 mendatang.

PKS merupakan salah satu yang sudah melakukan pemetaan terkait potensi dan peluangnya ikut ambil bagian sebagai pemain dalam pertarungan Pilkada serentak 2020. Dari hasil pileg 2019 yang diperoleh, PKS sudah memilik gambaran daerah yang akan menjadi bidikannya.

“Hasil politik 2019 ini memang akan menjadi wajah untuk perhelatan politik 2020. Dengan melihat  kondisi hasil pileg 2019 ini, untuk PKS sudah bisa melihat berpeluang untuk menyiapkan kadernya masuk ke ranah ekskutif,” kata Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi kepada Suara NTB, Senin, 6 Mei 2019.

Dari tujuh Daerah yang akan menggelar pilkada serentak, ada dua daerah yang menjadi bidikan untuk dikuasai PKS, yakni Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah. Didua Daerah ini, secara kekuatan politik, PKS memiliki peluang untuk menurunkan kadernya bertarung. Bahkan PKS juga sudah mengantongi peta figur yang akan didorong maju.

Baca juga:  Masa Jabatan Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020 Diwacanakan 3,5 Tahun

“Di Mataram sangat nampak, saya rasa sudah kelihatan ya, sangat memungkinkan kita bisa jadi ajukan calon, karena kita punya lima kursi. Selain itu kemudian di Loteng, di sana juga kita punya banyak kader potensial, kita juga punya enam kursi, cukup jadi modal berkoalisi,” kata Hadi.

“Didaerah itu ya yang keliatan berpeluang kita godok. Kenapa kita berpeluang besar karena incumbent juga sudah selesai ya, jadi posisinya startnya sama, ini tarung bebas, sama kuat,” sambungnya.

Sementara itu, di daerah-daerah lainnya, PKS juga memastikan akan tetap ikut meramaikan bursa kandidat calon kepala daerah. Hanya saja, di daerah-daerah lain itu, PKS sadar diri akan posisi kekuatan politik yang dimilikinya. Sehingga dirasakan cukup berat untuk memaksakan kadernya bisa tampil.

Baca juga:  Pilkada KLU, Gerindra Buka Penjaringan Pekan Depan

“Seperti di KLU kita memang agak lemah, belum ada (kader) yang terlalu nampak kuat di sana. Di Sumbawa juga ada peluang, KSB juga kemungkinan, serta di Bima apakah kita siap melawan (petahana) Dinda atau berkoalisi dan Dompu punya peluang bagus,” katanya.

Untuk sementara inipun, PKS masih belum menjajaki peluang koalisi dengan partai lain. Dalam menyambut Pilkada serentak 2020, PKS baru melakukan pemetaan internal saja. Pihaknya akan terus memantau perkembangan eskalasi politik Pilkada serentak 2020.

“Kita tentu tidak bisa sendiri, harus berkoalisi dengan partai lain. Akan tetapi kan sementara ini dari sisi internal kita sudah kelihatan,” pungkasnya. (ndi)