Sembilan Caleg dari Lobar Berpeluang Lolos ke Udayana

Kantor DPRD NTB (Suara NTB /ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Sembilan calon anggota legislatif (caleg) DPRD NTB asal Lombok Barat (Lobar) berpeluang lolos ke DPRD NTB di Jalan Udayana Mataram dari 12 kursi yang ada. Hal ini menyusul perolehan suara mereka sangat tinggi. Bahkan berdasarkan hasil tabulasi data sementara, perolehan suara caleg asal Lobar memperoleh tertinggi. Masing-masing caleg Gerindra Nauvar F Farinduan, Caleg Golkar L. Ahmad Ismail, TGH. Satriawan dari PKS, Caleg PPP M. Ruslan, Hasbullah Muis dari PAN, Multazam dari Nasdem, H. M. Jamhur dari PKB,TGH. Mahalli Fikri dari Demokrat dan Umar Said dari Golkar.

Jika melihat hasil tabulasan data perolehan kursi pileg DPRD NTB dan bakal calon DPRD terpilih dapil II Lobar-KLU, suara terbanyak diperoleh Gerindra 73 ribu lebih, disusul Golkar 67 ribu lebih, PKS sebanyak 43 ribu lebih,PPP 42 ribu lebih, PDIP 40 ribu lebih, PAN 38 ribu lebih, Nasdem 34 ribu lebih, PKB 33 ribu lebih,Demokrat 30 ribu lebih,PBB 22 ribu lebih. Dua partai berpeluang meloloskan 2 caleg, antara lain Gerindra dan Golkar.

Dari 9 caleg dari Lobar yang berpeluang lolos ke tingkat provinsi, tiga diantaranya tercatat menjadi anggota DPRD Lobar di antaranya, Multazam yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Lobar dari Partai Nasdem. Multazam sementara ini memperoleh suara 34.798, selanjutnya ada H. M. Jamhur dari PKB dengan perolehan suara sementara 33.207 dan anggota yang ketiga yaitu M. Ruslan, Ketua Badan Kehormatan  (BK) DPRD Lobar dengan prolehan suara sementara 42.614. Sedangkan satu anggota DPRD Lobar yang diperkirakan tidak akan lolos, yaitu Idris Satriawan dari Partai Hanura.

Caleg PKB, H Jamhur mengatakan bahwa dari data sementara memang benar saat ini posisi perangkingan perolehan suaranya dirinya berada pada urutan ke 7 atau 8 dengan perolehan suara sementara sekitar 32.207. Tetapi ini, tambahnya, masih data sementara, karena saat ini proses pleno belum selesai. Bahkan,  di sejumlah wilayah di KLU masih dilakukan penghitungan. Kemungkinan dari hasil perhitungannya suara yang dimiliki akan berpotensi bertambah.

Sementara itu dari Partai Nasdem, Multazam mengklaim suaranya paling tinggi di internal partai Nasdem dengan prolehan suara 34.792. Perolehan suara Multazam mengalahkan caleg DPRD provinsi petahana H. Lalu Herwanto. Multazam juga mengalahkan suara H Suharto dan TGH. Hasanain Juaini. Multazam menjabarkan untuk data sementara dari yang sudah dihimpun, perolehan suaranya  paling tinggi di antara tiga caleg yang memiliki nama besar di Nasdem. Dari data akumulasi semua suara di internal partai, jika digabung suara dirinya dengan suara partai berjumlah sekitar 34 ribuan lebih, dengan jumlah suara coblos nama sekitar 11 ribuan lebih.” Beda suara saya dengan caleg yang lainnya lima ribu sampai tujuh ribuan,”  katanya.

Sampai saat ini memang pihaknya belum bisa mengklaim jumlah keseluruhan suara partai Nasdem untuk dapil Lobar-KLU. Karena masih menunggu pleno resmi di KPU.

Menanggapi hal ini, Komisioner  KPU Lobar Riadi mengatakan bahwa data tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena data yang beredar data yang bersifat klaim sepihak.” Data yang beredar tidakbisa di pertanggungjawabkan  karena masih proses pleno,” kata Riadi.

Pihaknya mengimbau kepada para caleg untuk tidak percaya sepenuhnya kepada data- data yang beredar. Selama belum ada  pleno  dari KPU,  maka belum bisa  dipastikan berapa  jumlah suara yang diperoleh dan siapa yang mendapatkan kursi.” Sebelum ditetapkan KPU, belum bisa dipastikan jumlah suara yang diperoleh dan siapa yang mendapatkan kursi,” tegasnya. (her)