Biaya Kampanye Caleg DPRD Provinsi Capai Rp1 Miliar

Ilustrasi uang  (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Meski negara telah berusaha memperkecil biaya politik yang dikeluarkan oleh peserta pemilu dengan menanggung biaya kampanye mereka, namun hal itu belum efektif. Nyatanya masih banyak peserta pemilu yang mengeluarkan biaya kampanye cukup besar pada Pemilu 2019 ini.

Untuk ukuran caleg tingkat provinsi, rata-rata mereka mengeluarkan cost politik sampai Rp1 miliar. Beberapa caleg petahana DPRD Provinsi NTB yang ditemui Suara NTB mengaku pengeluaran biaya kampanye mereka sampai Rp1 miliar,  bahkan lebih.

Umar Said, caleg petahana dari Partai Golkar yang maju di dapil II (Lobar-KLU) ini mengaku biaya politik yang dia keluarkan untuk dapat terpilih kembali tidak kurang dari Rp1 miliar. “Ya sekitar Rp1 miliar habis kemarin itu,” katanya di ruang kerjanya di Komisi I.

Baca juga:  Pembiayaan Kampanye Belum Efektif Tekan Biaya Politik Tinggi

Menurutnya, dengan situasi politik saat ini, mustahil bagi dirinya dan mungkin bagi caleg yang lain tidak mengeluarkan biaya politik yang besar, meski negara melalui KPU telah membantu memberikan pembiayaan kampanye lewat pembuatan alat peraga kampanye kepada peserta pemilu.

“Situasi politik sudah berubah. Saya saja jauh hari sebelum pemilu, dalam satu tahun itu habiskan seratusan juta untuk membiayai kegiatan masyarakat di dapil saya. Apalagi sudah masuk Pemilu akan lebih besar lagi yang akan kita keluarkan,” tuturnya.

Ditempat terpisah, caleg petahana Partai Demokrat dari dapil VI (Kabupaten Bima, Dompu dan Kota Bima) Hj. Misfalah juga mengaku biaya politik yang dia keluarkan selama masa kampanye Pemilu 2019 ini mencapai Rp1 miliar lebih.

Baca juga:  Delapan Pemda Diminta Percepat Usulan Pengangkatan Dewan Terpilih

“Saya pribadi tidak sampai mungkin Rp1 miliar, mendekatilah. Tapi kalau dihitung dengan sumbangan yang dikeluarkan oleh keluarga yang juga ikut bergerak, mungkin bisa sampai Rp1 miliar, bahkan lebih,” katanya.

Meski telah mengeluarkan biaya kampanye sangat besar, dia  belum berhasil mempertahankan kursi miliknya. Perolehan suara yang ia dapatkan belum bisa mengamankan kursi. Besarnya biaya politik yang dia keluarkan belum menjadi jaminan untuk bisa terpilih.

Caleg petahana PKS, H. Usmar Iwan Surambian juga mengaku telah mengeluarkan biaya politik kurang dari Rp1 miliar. Namun demikian, dia belum beruntung untuk terpilih. Ia mengaku tidak kecewa lantaran hal itu sudah menjadi realitas politik. (ndi)