Golkar Percaya Sejarah, Gerindra Optimis 11 Kursi

Ilustrasi Pemilu 2019 (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – DPD Partai Golkar NTB masih optimis bisa mempertahankan tren sebagai peraih kursi terbanyak di DPRD Provinsi NTB. Sementara itu, Partai Gerindra juga menyimpan optimisme serupa. Partai berlambang Garuda ini optimis 11 kursi telah ada di genggaman mereka dan memuluskan posisi Ketua DPRD NTB.

Pendapat itu mengemuka dari wawancara Suara NTB dengan sejumlah pimpinan partai peraih kursi terbanyak di NTB, Kamis, 25 April 2019. Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB, Ir. H. Misbach Mulyadi, yang dikonfirmasi Suara NTB, menegaskan pihaknya memang belum memperoleh data yang valid mengenai perolehan kursi mereka.

Namun, Misbach memperkirakan, sekitar 10 hingga 11 kursi bisa diraih Golkar di Pemilu kali ini. “Lotim tiga kursi hitungannya. Loteng tiga kursi. Kota Mataram satu kursi. Dapil lain masing-masing satu kursi. Jadi perkiraan kami, Golkar antara 11 atau 10 kursi,” sebut Misbach sembari menegaskan pihaknya masih tetap menunggu hasil perhitungan resmi KPU.

Misbach menepis kemungkinan partai beringin ini mencatatkan perolehan di bawah 10 kursi. “Kalau kemungkinan di bawah 10 mungkin nggak. Saya sudah tanya teman-teman di kabupaten,” ujarnya.

Ia menegaskan, sebagai partai yang memiliki sejarah politik yang panjang dan mengakar di NTB, pihaknya yakin masyarakat NTB masih mendukung Partai Golkar. Karenanya, ia pun optimis, kursi Ketua DPRD NTB masih menjadi milik partainya.

“Harus optimislah, Golkar menjadi ketua. Sejarah mengatakan begitu. Jadi kita percaya sejarah,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah sumber perhitungan memperlihatkan kans Golkar mempertahankan capaian Partai Golkar dari Pemilu ke Pemilu terancam berakhir. Kinclongnya pencapaian Partai Gerindra di NTB pada Pemilu 2019 ini membuat partai ini diperkirakan akan meraih kursi terbanyak.

Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat meyakini validitas perhitungan sementara mereka. Ia optimis, pihaknya akan mengantongi 11 kursi DPRD NTB periode ini.

“Insya Allah dari perhitungan kita, kita bisa dapat 11 kursi, di beberapa Dapil dapat dua kursi,” kata Ridwan. Dengan perhitungan sementara perolehan kursi tersebut, Gerindra optimis kadernya dapat menjadi pemegang palu Ketua DPRD NTB berikutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri meyakini, perolehan kursi mereka akan berkisar enam hingga delapan kursi.  ‘’Gambarannya, Demokrat itu dari suara yang sudah diplenokan itu ada peluang yang nyata itu di enam Dapil. Yang sudah nyata insya Allah,” ujarnya.

Baca juga:  Relawan Projo NTB akan Kawal Pelantikan Jokowi

Dari enam Dapil itu, pihaknya juga meyakini ada satu Dapil yang kemungkinan besar mendapatkan dua kursi, yaitu di Dapil Bima – Dompu alias Dapil VI. “Ada Dapil yang berpeluang Demokrat bisa dapat dua kursi yaitu di Dapil VI. Itu Demokrat tertinggi. Di Bima Dompu,” ungkapnya.

Selain itu, Demokrat juga masih harap-harap cemas di Dapil lainnya. Ada pula satu Dapil lagi yang memperlihatkan hasil di mana Partai Demokrat tampaknya nyaris dipastikan tidak akan kebagian kursi. Dapil itu adalah Dapil Kota Mataram.

‘’Ada satu Dapil yang kita mungkin sudah tidak bisa berharap, yaitu di Dapil (Kota) Mataram,’’ ujar Mahalli.

Meski terancam kehilangan kursi di Kota Mataram, Mahalli masih percaya pihaknya mampu mempertahankan jatah kursi Pimpinan DPRD NTB yang kini masih jadi milik mereka. Mahalli meyakini, kalaupun ada partai lain yang memperoleh kursi ganda di Dapil tertentu, kemungkinan besar itu adalah partai yang saat ini memang menjadi pemilik jatah pimpinan DPRD NTB.

Namun, perkiraan Mahalli kemungkinan bisa dipatahkan oleh Partai Nasdem. Ketua DPW Partai Nasdem, H. Muh. Amin, SH, M.Si, juga memperlihatkan optimisme akan terjadinya perbaikan perolehan kursi di Pemilu 2019 ini. Bahkan, ia tak menampik kemungkinan partainya akan masuk dalam jajaran empat besar alias pemilik kursi Pimpinan DPRD NTB.

Di Pemilu 2014 lalu, Nasdem hanya meraih tiga kursi di DPRD NTB. Pada Pemilu 2019 ini, Amin optimis mengisi semua Dapil yang ada, yakni delapan kursi.

‘’Kita sekarang jadi satu fraksi utuh, bahkan target kita dari melihat perolehan kursi kita, kita bisa jadi wakil ketua. Insya Allah minimal semua Dapil kita isi, meskipun di beberapa Dapil kita masih berpeluang dapat dua kursi,” kata Amin.

Nasib Partai Kecil

Pemilu legislatif 2019 di NTB memang memperlihatkan potensi peraih kursi di parlemen masih didominasi partai besar. Sementara, partai-partai kecil dan yang juga merupakan partai baru, nyaris tidak kebagian jatah kursi, akibat terlalu kuatnya dominasi partai-partai besar.

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKIP) merupakan salah satu partai yang diperkirakan akan tersisih dari peta persaingan perebutan kursi di DPRD Provinsi NTB. Hingga Kamis, 25 April 2019, dari hasil rekapitulasi sementara perolehan suara sejumlah partai maupun internal PKPI sendiri memperlihatkan partai ini cukup berat untuk memperoleh kursi.

Baca juga:  Evaluasi Pengamanan Pemilu 2019, KPU akan Naikkan Honorarium KPPS

Ketua PKPI Provinsi NTB, Andi Laweng yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 25 April 2019 juga tak menampik hal tersebut. Sampai saat ini pihaknya masih belum berani mengklaim satupun peluang perolehan kursi di hampir semua Dapil di NTB.

‘’Ya untuk provinsi masih ketat, kita masih tunggu hasil perhitungan di PPK ini. Tapi ada beberapa Dapil yang jadi harapan kita, masih kita kawal ini, seperti di Dapil Lotim, Dapil VI, Dan Dapil V yang terlihat ada peluang, sehingga kita fokus kawal,’’ katanya.

Berbeda halnya dengan DPRD tingkat kabupaten/kota. Disebutkan Andi, ada beberapa kabupaten/kota yang sudah bisa dipastikan oleh PKPI bisa merebut kursi wakil rakyat. Disampaikan Andi, kabupaten/kota yang berpeluang mendapatkan kursi, yakni KSB dua kursi, Sumbawa dua kursi,  Dompu satu kursi, Kota Bima satu kursi, Lotim tiga kursi, Loteng satu kursi, Lobar dua kursi,  KLU satu kursi dan Mataram dua kursi.

“Untuk di kabupaten/kota sampai dengan saat ini ada yang sudah bisa kita pastikan ngunci kursi, dan ada beberapa yang masih bersaing untuk merebut posisi kursi terakhir,” jelasnya.

Situasi yang sama juga dialami partai pendatang baru lainnya, yakni Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Sampai sejauh ini, dari hasil rekapitulasi perolehan suara sementara Perindo, belum ada satupun kursi yang berpeluang diperoleh.

“Tapi yang keliatan berpotensi kita bisa dapat baru dari Dapil II, Lobar-KLU satu kursi, dan Dapil V,  Sumbawa-KSB satu kursi,” kata Ketua DPW Perindo NTB, H. M. Izzul Islam kepada Suara NTB.

Berbeda halnya dengan di kabupaten/kota. Izzul Islam dengan sangat optimis bisa mengunci beberapa kursi, jika dilihat dari raihan suara yang sudah masuk. Beberapa Caleg memiliki perolehan suara yang telah berhasil mengungguli sejumlah Caleg dari partai besar lainnya.

‘’Kalau kabupaten kita di KLU insya Allah dapat dua kursi, Lotim dua kursi juga, di Lobar kita satu kursi, dan di Sumbawa besar dua kursi, serta di Kota Bima satu kursi.  Nah kalau yang lain, masih belum final,” katanya.

Untuk DPR RI juga demikian, meskipun kedua partai ini berdasarkan hasil Quick Count sejumlah lembaga survei tidak lolos ambang batas, perolehan suara mereka juga di Dapil NTB I dan II, memperlihatkan tidak ada yang mengantongi suara signifikan. (aan/ndi)