Sejumlah Caleg Petahana di KLU Terancam Tak Lolos

Ilustrasi Calon Legislatif (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) petahana di DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) terancam tak mendapat kursi legislatif periode berikutnya. Hal ini setelah pada pemilu 2019, perolehan suara mereka kalah bersaing dengan caleg baru.

Dimulai dari Dapil III – Kecamatan Bayan), dari 7 kursi yang tersedia, 5 kursi di antaranya dapat dikatakan sudah diklaim oleh caleg dengan perolehan suara besar. Sebut saja Mariadi (Golkar), Kardi (Demokrat), Nasrudin (Gerindra), Edi Setiawan (Perindo), L. Zaki (PDIP) dan Ruhaiman (PAN). Satu kursi lagi masih akan diperebutkan oleh PKB dan partai lainnya.

Khusus untuk Dapil Bayan, caleg petahana seperti Raden Sugesti dan Raden Nyakradi, dan Ramedi, diperkirakan tidak akan lolos. Namun bagi Nyakradi, dengan potensi suara 1.600an yang dikantongi, masih bisa berharap ada celah pada putaran kedua.

Di Dapil II (Gangga – Kayangan), caleg petahana yang terancam tidak lolos ke kursi dewan adalah H. Djekat Demung. Ia kalah bersaing dengan Debi Ariawan (petahana). Djekat tampaknya akan diikuti jejak gagal pileg oleh beberapa caleg petahana, antara lain, Rianto (PKS), Sainur (PAN), Zakaria Abdillah (PKPI), Sahdan (Hanura).

Dari 12 kursi Dapil II, caleg petahana yang diperkirakan akan lolos hanya 4 orang, yakni Burhan M. Nur (Demokrat), Narsudin (PPP), Debi Ariawan (Golkar) dan Tusen Lasima (PDIP). Sedangkan 3 kursi lainnya kosong, karena dewan petahana tidak mencalonkan diri di kabupaten, seperti Sudirsah Sujanto (Gerindra – Caleg DPRD NTB), Abdul Gani (Caleg PKB DPRD NTB), dan M. Hilmi (non caleg).

Berikutnya di Dapil I (Pemenang – Tanjung), dari 11 jatah kursi 9 caleg petahana dikabarkan masih berjuang keras untuk bisa duduk di dewan. Mereka antara lain, Ardianto, SH., (Hanura), Drs. Sengrajib (Nasdem), Artadi (Gerindra), Meorit Arianto (PDIP), Ikhwanudin (Golkar), H.M. Arsan (PAN), Nurjadin (PPP), Rinadi (Demokrat) dan Zaenuddin (Demokrat).

Caleg PDIP, Made Karyasa, SH., Sabtu,  20 April 2019  mengakui, pihaknya sudah menghimpun C1 perolehan suara di internal PDIP. Berdasarkan perolehan suara sementara dari C1 ia memastikan adanya pergeseran kursi legislatif khusus PDI Dapil II.

“Sampai hari ini (Sabtu) masih ada dua desa yang belum masuk form C1-nya. Hitungan saya, mudah-mudahan PDIP bisa dapat dua kursi,” ujarnya.

Karyasa sendiri memperoleh suara terbanyak baik di internal caleg PDIP maupun di antara caleg lain Dapil I. Sampai Sabtu lalu, suara yang dihimpunnya sejumlah 2.300 dan berpeluang bertambah. Jika diakumulasikan total suara caleg dan suara partai, maka ia optimis akan menembus 5.000 lebih. “Kalau lebih dari 5.000, kita optimis dua kursi,”  klaimnya. (ari)