PAN dan PPP Berebut Kursi di Dapil II, Dapil I Dikunci PAN, Gerindra dan PKS

H. Abdul Hadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Rekapitulasi perolehan suara Pemilu serentak 2019 oleh KPU masih berlangsung di tingkat kecamatan sampai tanggal 25 April mendatang. Sehingga, gambaran perolehan suara masing-masing peserta Pemilu yang diprediksi bakal mengunci kemenangan masih belum bisa dipetakan secara resmi.

Namun demikian, gambaran perolehan suara peserta Pemilu 2019 di NTB sudah dapat dipetakan dari hasil rekapitulasi suara yang dilakukan secara internal oleh sejumlah partai politik (Parpol). Salah satu partai yang melakukan rekapitulasi internal yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dari data sementara hasil rekapitulasi internal PKS yang bersumber dari sekitar 60 persen data C1 yang berhasil dihimpun dari semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) se-NTB memperlihatkan bahwa untuk DPR RI, sudah terlihat beberapa  Parpol yang berpotensi mengunci kursi wakil rakyat di tingkat pusat tersebut.

‘’Pengamanan suara dengan C1 yang kami lakukan sudah terkumpul hampir di seluruh kabupaten/kota, sekitar 60 persen lebih. Tapi kita juga terus sempurnakan. Jadi secara makro dari data yang sudah masuk, kita sudah dapat gambaran hasil Pemilu dan potensi perolehan kursi kita dan partai lain,’’ kata Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi saat ditemui di pusat tabulasi suara PKS, di Mataram, Minggu, 21 April 2019.

Baca juga:  Rendah, Partisipasi Masyarakat Kawal Tahapan Pencalonan

Meski PKS memperlihatkan data hasil rekapitulasi internal hasil perolehan suara Pileg kepada awak media. Sayangnya PKS tidak bersedia merinci secara lebih detail terkait besaran perolehan suara masing-masing Parpol. Karena alasan selain data belum masuk 100 persen, juga tak ingin mendahului ketetapan resmi KPU.

Namun demikian dari data hasil rekapitulasi internal PKS untuk suara Pileg DPR RI dari Dapil II Pulau Lombok, khusus bagi Parpol yang diprediksi lolos ambang batas parlemen 4 persen, sudah memperlihatkan bahwa Partai Gerindra memimpin perolehan suara. Kemudian di urutan kedua perolehan suara ditempati oleh PKS, selanjutnya disusul oleh Golkar, Demokrat, PKB, PDIP, Nasdem, PAN dan PPP.

“Alhamdulillah kita dalam posisi ke dua di Dapil Lombok. Dari data sementara yang kita  pegang ini, kita yakin dari persentase data C1 yang sudah masuk. Kalau pun terjadi perubahan, kita harapkan tidak berubah signifikan,’’ kata Hadi.

Masih dari basis data yang diolah internal PKS, dari delapan kursi yang diperebutkan untuk Dapil Pulau Lombok, hanya tujuh partai yang dipastikan sudah masuk zona aman berpeluang memperoleh kursi di Senayan.

Sementara dua partai yakni PAN dan PPP masih memperebutkan kursi terakhir yakni kursi ke delapan. Salah satu diantara mereka dipastikan akan terpental. Bahkan jika merujuk tren suara yang masuk untuk Partai Gerindra, berpeluang memperoleh dua kursi. Sehingga perebutan kursi ke delapan tersebut juga berpeluang ikut diperebutkan oleh Gerindra.

Baca juga:  Rendah, Partisipasi Masyarakat Kawal Tahapan Pencalonan

‘’Kalau di kita perebutan kursi ini yang bersaing ketat Pak Suryadi Jaya Purnama, Lalu Suryade dan Usmar Iwan Surambian,’’ kata Hadi.

Sementara itu untuk Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa, data rekapitulasi C1 PKS memperlihatkan bahwa sementara ini partai yang sudah masuk tiga besar perolehan suara, yang pertama dipimpin oleh PAN, kemudian juga disusul oleh Gerindra dan ketiga PKS. Sehingga kemungkinan besar, tiga partai tersebut diprediksi akan memborong habis tiga kursi anggota DPR RI dari Dapil Pulau Sumbawa ini.

‘’Di Dapil Pulau Sumbawa, kalau melihat data yang masuk, kita juga Insya Allah  bisa dapat satu kursi.  Kalau ini tidak terjadi perubahan besar, maka kita bisa utus dua kader  ke DPR  RI dari NTB. Nah caleg yang bersaing di sini antara Pak Johan Rosihan dan Ibu Fera Amalia,’’ demikian prediksi Abdul Hadi. (ndi)