Sidak Gudang Logistik, Ini Temuan KPU dan TNI di Mataram

Ketua KPU NTB, Suhardi Soud bersama Danrem 162/WB, Ahmad Rizal Ramdhani, berserta Bawaslu dan aparat kepolisian, mengecek surat suara pada saat melakukan sidak di gudang penumpang logistik Pemilu. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Ketua KPU NTB Suhardi Soud bersama Danrem 162/WB, Kol. CZI, Ahmad Rizal Ramdhani melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke gudang penyimpanan logistik surat suara Pemilu yang berlokasi di Asrama Haji NTB dan Desa Banyumulek Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Sabtu, 13 April 2019.

Sidak tersebut dilakukan KPU dan TNI untuk memastikan bahwa proses persiapan pelaksanaan pemungutan suara Pemilu tanggal 17 April 2019 di NTB, berjalan aman dan lancar tanpa gangguan.

‘’Sidak ini sengaja kita lakukan untuk memastikan apakah proses persiapan Pemilu kita sudah benar atau tidak sesuai dengan standar, minimal dari sisi surat suara. Kita menemukan bahwa semuanya dalam kondisi baik, tidak ada pencoblosan apapun. Ini membuktikan bahwa proses kesiapan logistik kita berjalan dengan baik. Sehingga kita optimis Pemilu ini berjalan dengan baik dari sisi penyelenggaraan,’’ ujar Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud.

Dari sisi keamanan ungkap Suhardi, bahwa aparat keamanan juga sudah memberikan jaminan mulai dari proses awal sampai dengan akhir Pemilu. Sehingga hasil pemilu bisa diterima oleh semua pihak. Pengamanan distribusi logistik surat suara ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga dipastikan aman dari gangguan usaha kecurangan.

‘’Aparat keamanan telah menjamin keamanan dari awal sampai akhir proses Pemilu. Kami yakin aparat keamanan punya standar pengamanan. Kami percaya rekan-rekan aparat keamanan menjalankan tugasnya dengan baik dalam mengawal proses Pemilu ini,’’ kata Suhardi.

Pendistribusian logistik surat suara Pemilu ke TPS telah

mulai dilakukan. Daerah-daerah terisolir menjadi prioritas utama, pengiriman sudah mulai dilakukan sejak tanggal 11 kemarin. Sementara di daerah-daerah yang tidak sulit, pengiriman surat suara akan dilakukan pada H-1.

‘’Kita sudah minta KPU Kabupaten/Kota untuk serius betul dalam mengatur pola distribusi logistik ini agar semua warga masyarakat bisa menyalurkan hak pilihnya. Jangan sampai ada yang terhambat, sehingga orang tidak bisa menyalurkan hak pilihnya hanya karena kendala teknis,’’ tegasnya.

Danrem 162/WB Kol.CZI. Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan pihaknya ikut melaksanakan sidak untuk memastikan pelaksanaan penyiapan logistik persiapan Pemilu dan Pilpres dalam kondisi aman. Hal ini sekaligus sebagai bukti bersatu padu, bahu membahu antara KPU, Bawaslu, TNI, Polri untuk meyakinkan kepada publik bahwa di NTB memang tidak ada indikasi seperti yang terjadi di Malaysia.

‘’TNI bersama komponen penyelenggara dan aparat keamanan menjamin keamanan sebelum, selama sampai dengan selesai seluruh proses pelaksanaan Pileg dan Pilpres,’’ tegasnya.

Alumni Akmil 1993 tersebut juga mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk memberikan hak suara pada pemilu serentak tanggal 17 April 2019 mulai pukul 07.00 Wita hingga pukul 13.00 Wita.

‘’Jangan takut datang ke TPS untuk memilih calon presiden dan wakil presiden dan anggota legislatif. TNI Polri dan komponen bangsa lainnya menjamin keamanan seluruh warga masyarakat sampai ke TPS,’’ katanya.

‘’Laksanakan Pilpres dan Pileg dengan hati yang dingin, dewasa dan cerdas dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa, NKRI segalanya,’’ kata Danrem. (ndi)