Aksar Ansori Dilirik Banyak Parpol

Aksar Ansori (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Setalah masa jabatannya sebagai Ketua KPU Provinsi NTB berakhir, Lalu Aksar Ansori, mendapatkan banyak tawaran untuk terjun ke dunia politik praktis dari sejumlah partai politik. Namun ia masih belum memutuskan apakah akan melanjutkan karirnya di dunia politik atau tidak.

“Untuk tawaran masuk parpol, sejauh ini sudah banyak kita berkomunikasi dengan teman-teman di parpol. Ya mereka tentu punya penilaianlah, sehingga saya kembalikan kepada mereka,” katanya kepada Suara NTB.

Lazimnya, para mantan komisioner KPU, kebanyakan melanjutkan karirnya di bidang politik dengan masuk sebagai kader dan pengurus partai. Dan rata-rata, karir politik para mantan komisioner KPU cukup moncer.

Beberapa mantan komisioner KPU di NTB yang memiliki karir politiknya cukup melejit yakni Bupati Lombok Barat dua periode, Fauzan Khalid. Dia sebelumnya merupakan Ketua KPU Provinsi NTB.

Selain itu, Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri. Sebelumnya Mahalli merupakan mantan Ketua KPU Provinsi NTB juga, setelah usai masa jabatannya, ia bergabung bersama Partai Demokrat dan ikut maju sebagai Caleg pada pemilu 2014. Ia kemudian terpilih dan dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD NTB.

Baca juga:  KPU Harap Hibah Anggaran Pilkada Disepakati Paling Lambat Oktober

Selain itu, ada juga nama mantan Anggota KPU lainnya, seperti Zainul Aidi yang sekarang menjadi Sekretaris DPD Partai Demokrat NTB. Selain nama-nama itu, masih banyak juga para mantan komisioner KPU yang memiliki karir melejit di dunia politik.

Apakah pada akhirnya Aksar juga demikian, akan memilih melanjutkan karirnya di dunia politik, mengikuti jejak para pendahulunya yang sudah menunjukkan bahwa mereka bisa sukses di dunia politik.

“Apa yang di depan pantas dan tepat, dengan sendirinya kita akan masuk nanti, kalau ada peluang peran yang tepat. Apapun itu, termasuk jalur politik, tidak boleh menghidari dan menampikkan karena itu wujud kepercayaan publik,” katanya.

Baca juga:  KPU Harap Hibah Anggaran Pilkada Disepakati Paling Lambat Oktober

Aksar mengaku siap berkiprah di politik. Jika memang jalur politik dapat memberikan dia ruang untuk mengabdi kepada masyarakat, maka dia tidak alergi dengan dunia politik.

“Pada prinsipnya kita milik publik maka harus memberikan manfaat, dan harus memberikan nilai tambah ketika kita ada di situ, jangan jadi problem dan jadi masalah, jadi perusak. Itu jadi pegangan, saya kira peran apapun bisa kita lakukan, termasuk di politik,” tegasnya.

Dikonfirmasi terkait dengan beredarnya sejumlah isu yang menggadang-gadang dia sebagai salah satu kandidat kuat untuk Pilkada Kabupaten Lombok Tengah 2020? Aksar juga tak menampik hal tersebut. Jika memang masyarakat menghendaki dirinya untuk tampil bertarung di tanah kelahirannya itu, serta dengan takdir Allah, maka dia mengaku tak punya keraguan untuk hal tersebut. (ndi)