Ketua DPRD NTB Yakin Pemerintah Tetap Komit Pulihkan NTB

Hj. Baiq Isvie Rupaeda (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, SH, MH, mengutarakan keyakinan akan terealisasinya komitmen Pemerintah Pusat yang akan membantu rehabilitasi dan rekonstruksi bagi korban gempa di Lombok-Sumbawa.

Keyakinan itu disampaikan Isvie saat dikonfirmasi terkait munculnya keraguan menyusul lambannya pencairan dana bantuan untuk korban gempa. Belum lagi, saat ini pemerintah mulai mengalihkan fokusnya ke penanganan gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala.

“InsyaAllah, menurut pandangan saya, tidaklah, karena Pemerintah Pusat tetap berkomitmen. Palu ya Palu, NTB ya NTB dong,” ujar Isvie belum lama ini.

Menurut Isvie, DPRD NTB akan tetap berupaya agar Pemerintah Pusat terus fokus melakukan berbagai upaya, dalam mempercepat pemulihan pascagempa di NTB. Dengan adanya dukungan yang tetap terfokus dari pemerintah, diharapkan ekonomi NTB akan pulih.

Baca juga:  Dana Gempa Jadi Temuan

Terlebih, seperti diketahui, janji untuk membantu pemulihan itu dilontarkan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo. “Iya dong, kita harus mendorong agar sesuai janjinya yang pernah terlontarkan di masyarakat,” ucap Baiq Isvie.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) meminta rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa NTB harus tuntas sebelum musim hujan mendatang.

Dari 71 ribu rumah yang rusak, sebanyak 5.293 unit rumah warga yang  rusak di Pulau Lombok sudah diberikan bantuan stimulan dengan pemberian buku tabungan secara simmbolis di Pemanang Lombok Utara, Minggu, 2 September 2018 lalu.

Baca juga:  4.608 Rumah Rusak Berat Belum Dibangun

Pada apel siaga bersama 3.000 relawan di Lapangan Umum Gunungsari Lombok Barat, Senin, 3 September 2018, Presiden mengatakan tahapan tanggap darurat telah berlalu. Dan sekarang masuk pada tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Ada beberapa tahapan yang kita kerjakan. Pertama fasilitas publik, fasilitas umum seperti pasar, puskesmas, sekolah, masjid, musala sudah mulai dikerjakan. Kemarin saya lihat beberapa sudah mulai dikerjakan dikomandoi Kementerian PUPR,” ujarnya.

Baca juga:  Dana Bantuan Rehab-Rekon Rp 21,7 Miliar Dikembalikan

Setelah diserahkan bantuan perbaikan rumah rusak berat, sedang dan ringan pada masyarakat. Meskipun baru 5.293 unit rumah warga yang rusak diberikan bantuan dari 71 ribu unit. Presiden memastikan semua rumah rusak yang telah  diverifikasi akan diberikan bantuan. Untuk rusak berat Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta.

Ia berpesan kepada ribuan relawan dan masyarakat untuk membantu dalam melakukan pembersihan maupun rehabilitasi dan rekonstruksi. Karena semua bekerja dengan waktu.

“Bahwa akan musim hujan. Oleh karena itu rumah-rumah itu selesai sebelum musim hujan yang besar,” pintanya. (aan)