Kadernya Kena OTT Dana Bencana, Golkar NTB Siapkan Pendampingan

Wakil Ketua DPD I Golkar NTB Bidang Kominfo, Chris Parangan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – DPD I Partai Golkar NTB, menanggapi prihatin mendengar informasi salah satu kadernya di DPRD Kota Mataram terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Kejaksaan Negeri Mataram atas dugaan pemerasan terhadap kadisdik Kota Mataram, Sud terkait dana penanganan pascagempa.

“Ya kita prihatin atas informasinya ada kader Golkar yang di OTT,” ujar Wakil Ketua DPD I Golkar NTB bidang kominfo, Chris Parangan yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 14 September 2018.

Namun demikian, Chris menegaskan pihaknya mengajak semua pihak untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap oknum Kader Golkar tersebut. Sebab, sampai saat ini, Chris mengaku DPD I belum mendapatkan informasi resmi terkait kejadian tersebut.

Terkait langkah apa yang akan ditempuh Golkar menyangkut oknum anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Mataram, berinisial HM itu yang kini masih ditahan oleh Kejaksaan Negeri Mataram.

Chris menjawab bahwa pihaknya belum akan mengambil langkah apapun terkait hal tersebut. Karena pihak belum mendapatkan informasi resmi. Pihaknya perlu mengetahui langsung nasib kadernya tersebut.

“Terkait langkah partai apa, ya kita tidak bisa serta merta hari ini kejadian, lantas langsung kita serta merta ambil langkah hari ini juga. Kita akan koordinasi dulu. Kalau pun ini benar, maka tentu kita akan berikan pendamping,” katanya.

Ketika ditanya apakah Golkar tidak khawatir dengan kasus yang menimpa kadernya itu akan berpengaruh terhadap elektabilitas Golkar NTB menjelang Pemilu 2019?

Chris dengan tegas mengatakan bahwa hal itu tidak akan berpengaruh segnifikan terhadap elektabilitas partai menjelang pemilu.  Sebab menurutnya, Golkar pernah punya pengalaman, meski diterpa badai kasus, namun tak goyah.

“Saya kira Golkar punya pengalaman panjang, dulu bagaimana ketika Ketua Umum, Akbar Tanjung diisukan korupsi,  tapi apa yang terjadi Golkar jadi pemenang pemilu. Sehingga kasus di Mataram ini saya kira tak akan menggagu elektabilitas Golkar jelang 2019  di NTB,” pungkasnya. (ndi)