Dewan Dukung Kebijakan Belajar ke Luar Negeri

Wakil Ketua DPRD NTB, TGH. Mahalli Fikri (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Di bawah kepemimpinan pasangan Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Provinsi NTB menggeber salah satu program andalan, yaitu mengirimkan putra putri terbaiknya untuk belajar ke luar negeri. Program ini pun mendapatkan dukungan yang cukup luas, salah satunya dari DPRD NTB.

Wakil Ketua DPRD NTB, TGH. Mahalli Fikri, yang dikonfirmasi Suara NTB, baru-baru ini mengutarakan dukungannya terhadap program tersebut. Menurut Mahalli, program ini merupakan salah satu program yang bisa membawa manfaat besar bagi daerah ini.

Apalagi, dari aspek finansial, program ini tidak akan membebani keuangan Pemprov NTB. “Karena itu, program ini memang perlu diprioritaskan. Jadi kita di DPRD NTB, termasuk Partai Demokrat akan mendukung kebijakan pemerintah daerah untuk mengirim putra-putri terbaik NTB ke luar negeri untuk belajar,” ujar Mahalli.

Menurut Ketua DPD Partai Demokrat NTB ini, program mengirimkan putra-putri NTB ke luar negeri merupakan salah satu janji poitik Zul-Rohmi yang perlu diprioritaskan. Target jumlah peserta program ini juga mencapai 1.000 orang, yang menurut Mahalli juga bukan merupakan angka yang mustahil dicapai. Bahkan, jika program ini dilaksanakan secara konsekuen dan didukung oleh semua pihak, bukan tidak mungkin jumlah peserta program ini akan jauh melampaui angka tersebut.

“Kalau saya lihat, kita mampu mengirimkan seribu orang untuk belajar di luar negeri. Demi peningkatan SDM, saya kira ini bukan program yang muluk. Itu sangat realistis,” tegasnya.

Pihaknya selaku mitra Gubernur dan Wakil Gubernur, saat ini hanya berharap agar kebijakan ini benar-benar dilaksanakan secara konsekuen. “Jangan sampai kebijakan ini tidak berlanjut. Jadi kita berharap supaya pemerintah daerah konsisten ke depan. Demokrat maupun DPRD NTB mendukung ide cemerlang atau program yang sangat bagus ini,” tegas Mahalli.

Sebelumnya, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, menyatakan komitmennya untuk mengirim 1.000 mahasiswa NTB ke luar negeri. Dr. Zul – sapaan akrabnya, optimis program ini akan terwujud di kepemimpinan di masa pemerintahannya bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

“Kami berniat dalam era gubernur baru ini berusaha setidaknya akan mengirim 1.000 mahasiswa NTB untuk belajar ke luar negeri,” kata Dr. Zul beberapa waktu lalu.

Dr. Zul menceritakan, ketika menjadi Anggota DPR RI di Senayan, ia duduk di komisi yang erat kaitannya dengan pendidikan tinggi. Dikatakan, banyak sekali beasiswa di Indonesia yang tidak bisa diambil bukan karena uangnya tidak ada. Tetapi rata-rata  TOEFL dan IELTS mahasiswa di bawah 250.

Pengalamannya ketika di luar negeri, banyak orang Cina dan Rusia yang belajar di luar negeri bahasa Inggrisnya kurang bagus. Tetapi, TOEFL-nya di atas 550. Nilai TOEFL dan IELTS tinggi bukan karena kursus bahasa Inggris. Melainkan mereka kursus TOEFL dan IELTS.

“Jadi, kalaupun bahasa Inggris tak bisa, nilai TOEFL dan IELT relatif lebih tinggi.  Setelah sampai di luar negeri, empat bulan di sana, Insya Allah bahasa Inggrisnya baik,” kata Dr. Zul.

Jika dibuka kursus TOEFL dan IELT pada 10 kabupaten/kota di NTB, ia optimis sebanyak 100 – 200 orang akan mampu memperoleh beasiswa ke luar negeri yang telah disiapkan pemerintah. Tahun 2019 saja, kata Dr. Zul, pemerintah menyiapkan 3.000 beasiswa.

“Kalau 10 kabupaten/kota kita buka kursus TOEFL dan IELT, mudah-mudahan anak NTB, 100-200 orang akan mampu memperoleh beasiswa yang disediakan pemerintah. Bukan karena kita hebat, tapi semua persyaratan dipenuhi secara baik,” ujarnya.

Dr. Zul menyebutkan ada sekitar 2.500 orang yang pernah belajar ke Jepang di NTB. Rata-rata mereka sudah  punya bisnis yang bagus. Namun, perhatian pemerintah masih kurang. Sebagai pimpinan daerah, Gubernur punya akses yang sangat besar ke Bank NTB.

Ke depan, ia akan meminta Bank NTB uuntuk membantu pinjaman modal kepada 2.500 pengusaha tersebut. Karena bisnisnya cukup bagus. Daripada bank milik daerah itu memberikan kredit konsumtif, lebih baik, kata Dr. Zul, mereka memberika kredit produktif kepada ribuan pengusaha tersebut. (aan)