Putusan MK, Anggota Parpol Dilarang Jadi Calon Anggota DPD

0
80

Mataram (Suara NTB) – Mahkamah Konstitusi (MK) RI telah memutuskan bahwa bagi bakal calon anggota DPD RI yang berasal dari partai politik, wajib mengundurkan diri sebagai anggota. Jika tidak, maka yang bersangkutan dianggap Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

KPU RI kemudian langsung memerintahkan kepada KPU Provinsi untuk melaksanakan putusan MK tersebut, yakni dengan menelusuri para balon anggota DPD yang terindikasi sebagai anggota partai politik.

Anggota KPU NTB Divisi Teknis, Suhardi Soud, yang dikonfirmasi Suara NTB, membenarkan instruksi dari KPU pusat tersebut. Pihaknya kemudian akan langsung melakukan arahan dari KPU pusat.

“Kita akan melakukan pengecekan terhadap calon DPD yang anggota parpol,” katanya, Kamis, 26 Juli 2018 kemarin.

Baca juga:  Sidang Pencalonan Ketua BPPD NTB, Bawaslu RI Hadirkan KPU NTB

KPU berharap, kepada balon anggota DPD yang menjadi anggota parpol agar segera mengundurkan diri, yang dibuktikan dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengunduran dirinya ke KPU. Jika tidak dan KPU menemukan yang bersangkutan adalah anggota parpol aktif, maka KPU memastikan akan langsung mencoretnya dari daftar balon anggota DPD.

Diketahui sebelumnya, berdasarkan Peraturan KPU nomor 14 tahun 2018, tentang pencalonan anggota DPD, tidak mempermasalahkan anggota partai politik untuk mencalonkan diri menjadi anggota DPD. Namun demikian, dengan adanya keputusan MK, tanggal 23 Juli kemarin, otomatis para balon anggota yang berasal dari partai politik harus mengundurkan diri.

Baca juga:  Kepala Daerah Dilarang Jadi Timses Capres

Penulusuran Suara NTB dari data balon anggota DPD, terdapat beberapa balon yang terindikasi kuat masih aktif sebagai anggota parpol.

Mereka diantaranya, Sunardi Ayub, mantan Ketua DPD Hanura NTB, KH. Zulkifli Muhadli, politisi PBB, L. Gede Syamsul Mujahidin, anggota DPR RI dari Hanura, Mudahan Hazdie, mantan Ketua Hanura NTB, dan Haifa Akbar, politisi PAN.

Mereka yang dikonfirmasi terkait keputusan MK tersebut, belum memberikan tanggapan. Apakah akan mengundurkan diri sebagai anggota parpol untuk bisa lolos sebagai calon anggota DPD, atau justru lebih memilih menjadi anggota parpol. (ndi)