Zul-Rohmi Resmi Terpilih, NTB Layak Jadi Laboratorium Suksesi Kepemimpinan Nasional

Mataram (Suara NTB) – KPU Provinsi NTB resmi menetapkan pasangan Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih di Pilkada NTB 2018. Ketua KPU NTB, L. Aksar Ansori, SP menilai, suksesnya Pilkada di NTB menjadi bukti bahwa NTB layak menjadi laboratorium kepemimpinan nasional.

Saat memimpin rapat pleno terbuka penetapan pasangan Cagub/Cawagub NTB terpilih, di Mataram, Selasa, 24 Juli 2018, Aksar memaparkan sejumlah pencapaian yang diraih oleh NTB di Pilkada serentak 2018 ini.

Salah satu pencapaian yang cukup menonjol adalah tingkat partisipasi pemilih di NTB yang sangat tinggi. Jika dibandingkan Pilkada NTB tahun 2013 lalu, tingkat partisipasi pemilih di Pilkada 2018 ini mengalami lonjakan cukup signifikan.

Pada 2013, dengan DPT sejumlah 3.478.892 dan suara sah dan tidak sah sebanyak 2.451.086, tingkat partisipasi pemilih NTB berada di angka 70,46 persen. Pada Pilkada 2018 ini, partisipasi pemilih naik menjadi 75,12 persen atau meningkat 4,66 persen dari Pilkada 2013. Dari 3.511.890 pemilih di Pilkada NTB 2018, suara sah dan tidak sah mencapai 2.637.963.

Peningkatan pada sisi kuantitas ini juga diiringi dengan peningkatan dari sisi kualitas partisipasi. Beberapa indikator yang cukup bisa dirasakan antara lain, minimnya aksi-aksi anarkis, terutama setelah terpublikasinya hasil Pilkada. Praktik politik uang juga dinilai semakin berhasil ditekan.

‘’Istilah  serangan fajar seperti tidak terdengar, yang artinya tindakan politik uang sudah sangat jauh berkurang,’’ tandas Aksar.

Jika dibandingkan secara nasional, pencapaian yang diraih masyarakat, penyelenggara dan peserta Pilkada NTB di Pilkada 2018 ini juga cukup menggembirakan. Aksar menyebutkan, angka partisipasi yang dicatatkan NTB di Pilkada kali ini merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Tidak adanya gugatan yang datang dari para peserta Pilkada serentak di NTB juga menjadi catatan manis bagi NTB. Dari empat Pilkada yang digelar serentak di NTB (Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Timur, Lombok Barat dan Kota Bima), tidak ada satupun kandidat yang menggugat hasilnya ke Mahkamah Konstitusi.

Baca juga:  KPU Harap Hibah Anggaran Pilkada Disepakati Paling Lambat Oktober

Catatan ini menempatkan NTB sebagai satu dari dua provinsi di Indonesia yang bebas dari sengketa hasil Pilkada. “Hanya dua dari 17 provinsi di Indonesia yang tidak ada gugatan sama sekali, yaitu NTB dan Bali,” sebut Aksar.

Capaian demi capaian tersebut, menjadi alasan yang cukup menggambarkan pencapaian demokratis yang sudah diraih masyarakat NTB dalam melahirkan pemimpin melalui sebuah kontes yang sehat. Karena itulah, Aksar pun menyebutkan secara tegas bahwa Pilkada NTB memang layak menjadi contoh ideal bagaimana sebuah suksesi kepemimpinan digelar.

‘’NTB ini layak menjadi laboratorium kepemimpinan nasional,’’ sebutnya.

Pengesahan pasangan Zul-Rohmi sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih di Pilkada NTB 2018 dilakukan berdasarkan hasil pleno rekapitulasi perolehan suara Pilkada NTB yang telah digelar KPU NTB pada Minggu (8/7) lalu.

Dalam pleno tersebut, ditetapkan perolehan suara pasangan H. Moh. Suhaili Fadil Thohir, SH dan H. Muh. Amin, SH, M.Si (Suhaili-Amin) sebesar 674.602 suara atau 26,42 persen. Pasangan TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE (Ahyar-Mori) meraih 637.048 suara atau 24,95 persen. Pasangan Dr. H. Zulkieflimansyah, dan Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) meraih 811.945 suara atau 31,80 persen dan pasangan H. Moch. Ali Bin Dachlan dan TGH. Lalu Gede Muhamad Ali Wirasakti Amir Murni (Ali-Sakti) meraih 430.007 suara atau 16,84 persen.

Dengan tidak adanya sengketa hukum yang menggugat hasil rekapitulasi suara tersebut, maka KPU pun segera menuangkan keputusan ini melalui pengesahan pasangan calon terpilih melalui surat keputusan yang rancangannya dibacakan oleh Sekretaris KPU, Mars Ansori Wijaya dan disepakati oleh seluruh komisioner KPU.

Baca juga:  KPU Harap Hibah Anggaran Pilkada Disepakati Paling Lambat Oktober

Selanjutnya, keputusan ini dituangkan dalam berita acara yang ditandatangani seluruh komisioner KPU NTB dan pasangan calon terpilih.

Kesinambungan Pembangunan

 

Dr. H. Zulkieflimansyah yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan KPU, Panwaslu dan seluruh jajaran beserta seluruh elemen masyarakat dan peserta Pilkada dalam mewujudkan terselenggaranya Pilkada NTB yang berhasil. Karena itu, politisi yang akrab disapa Dr. Zul ini juga mengaku sependapat dengan pernyataan Ketua KPU NTB. Dr. Zul sendiri menilai, NTB saat ini memang layak menjadi barometer kepemimpinan politik di tingkat nasional.

“Kalau Ketua KPUD mengatakan NTB layak menjadi barometer kepemimpinan nasional, saya kira, KPUD kita jadi contoh. Bahwa walaupun ada perbedaan segala macam, kita bisa selesaikan dengan baik, menunjukkan kita sangat matang berdemokrasi,” ujarnya.

Saat ditanyai terkait program 100 hari jika resmi dilantik nanti, Dr. Zul juga menegaskan bahwa pihaknya tidak menyiapkan kebijakan khusus untuk 100 hari. Dr. Zul juga menegaskan kembali sejumlah komitmennya, seperti mempertahankan kesinambungan dan pencapaian yang sudah ditorehkan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB sebelumnya.

Politisi PKS ini juga menegaskan kembali gaya kepemimpinannya yang selalu terbuka untuk mengakomodir banyak pihak. Termasuk, pihak-pihak yang berbeda pilihan politik dengannya di Pilkada lalu.

‘’Saya kira kesinambungan pembangunan di NTB ini akan dilanjutkan. Kita ingin perubahan berlangsung alamiah saja. Jadi bisa saja kemarin ada pendukung calon yang lain atau bagaimana, lupakan itu. Kita semua menjadi tim yang satu, bekerja bersama untuk NTB yang lebih baik,’’ pungkasnya. (aan)