Mahalli Sebut TGB Masih Kader Demokrat

Mataram (Suara NTB) – Hengkangnya sejumlah kader dan pengurus Partai Demokrat NTB ke Partai Nasdem disebut-sebut tak lepas dari sikap politik Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) M. Zainul Majdi, yang diisukan bakal masuk bergabung ke Nasdem, partai yang didirikan Surya Paloh itu.

Spekulasi politik yang berkembang tersebut sulit terbantahkan, sebab di sisi lain, TGB sendiri belakangan ini  terus menunjukkan kemesraannya dengan salah satu bos media nasional tersebut. Selain mengadakan pertemuan pribadi dengan Surya Paloh, TGB juga kerap menghadiri acara-acara resmi Nasdem.

Lantas isu akan hengkangnya TGB  ke Nasdem, dengan membawa gerbongnya yang ada di Demokrat, dibantah oleh Ketua DPD Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri. Mahalli menegaskan bahwa sampai saat ini, TGB masih resmi sebagai kader Partai Demokrat.

“Beliau masih kader Demokrat, masih tetap sampai sekarang tercatat sebagai anggota majelis tinggi partai,” ujar Mahalli yang dikonfirmasi pekan kemarin.

Lantas bagaimana dengan sikap politik TGB yang dianggap sangat mengejutkan? Mahalli menjawab bahwa, tak ada pertentangan antara sikap politik TGB tersebut dengan partai. Sebab dukungan TGB kepada Jokowi itu, merupakan sikap politik pribadi, bukan atas nama partai. Sampai saat ini, Demokrat belum menentukan arah dukungan politiknya di Pilpres 2019.

Wakil Ketua DPRD NTB itu juga membantah wacana penjatuhan sanksi kepada TGB karena sikap politiknya yang mendukung Jokowi. Dalam rapat partai DPP Demokrat yang digelar baru-baru ini, tak ada pembicaraan yang menyangkut sikap TGB, apalagi sampai pemberian sanksi.

“Ndak ada bicara sanksi, yang ngomong sanksi itukan Syarif Hasan. Kalau Ketua Umum, Pak SBY (Sosilo Bambang Yudhoyono) sendiri tidak pernah mengatakan apa-apa. Pak SBY justru mengatakan kepada saya, sampaikan salam hormat kepada TGB,” tuturnya.

Mahalli mengakui bahwa di dalam rapat konsolidasi yang digelar DPP bersama seluruh DPD se-Indonesia itu, membicarakan soal Pilpres. DPP meminta masukan dari DPP terkait sikap politik yang akan diambil oleh DPP dalam Pilpres mendatang. Apakah akan bergabung ke poros Jokowi, Prabowo, atau justru Demokrat membangun poros ketiga.

“Sehingga tidak bisa kita memvonis Demokrat tidak akan mendukung TGB menjadi calon Presiden atau Wakil Presiden,” jelasnya.

Diakui Mahalli, dirinya selaku Ketua Demokrat NTB, dalam rapat tersebut secara terang-terangan malah menyuarakan mendukung TGB untuk maju di kontestasi Pilpres 2019 mendatang. (ndi)