Parpol Besar Surplus Caleg, Parpol Kecil Defisit

Mataram (Suara NTB) – Pendaftaran bakal calon anggota legislatif (bacaleg) Pemilu 2019 ke KPU, yang berakhir, Selasa, 17 Juli 2018 malam, telah mempertontonkan berbagai fenomena politik.

Salah satunya adalah, defisit bacaleg yang dialami sejumlah partai kecil. Tapi sebaliknya, sejumlah parpol besar justru mengalami surplus. Sehingga terpaksa mencoretnya dari daftar bacaleg.

Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Provinsi NTB, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Andi Laweng, kepada Suara NTB, bahwa bacaleg untuk DPRD NTB yang diajukan tak mencapai 100 persen, karena kekurangan bacaleg.

“Ya tidak sampai 100 persen, yang kita ajukan hanya 40 orang,” ujar Andi. Seharusnya untuk DPRD NTB, jumlah bacaleg yang harus dicalonkan adalah 65 orang.

Lebih lanjut dijelaskan Andi Laweng, dari delapan dapil untuk DPRD NTB, dua dapil PKPI, kosong, alias tak mengajukan caleg pada dapil tersebut. Kedua dapil tersebut yakni dapil Lombok Tengah Utara dan Selatan.

Baca juga:  Perebutan Kursi Ketua DPRD NTB Memanas

“Kedua dapil di Loteng kita kosong. Ada yang daftar, masing-masing dapil dua orang, tapi bacaleg perempuan yang susah, tidak ada. Kita coba daftar, masuk di silon,  ndak muncul. Sehingga kita terpaksa mendaftar, karena kejar waktu yang sudah mepet,” jelasnya.

Selain dari kedua dapil di Loteng tersebut, PKPI juga kekurangan bacaleg di dapil Lobar-KLU. Dari total 12 kursi dari dapil tersebut, PKPI hanya mampu mengisi tiga bacaleg. Sedangkan didapil lainnya, Andi menyebutkan sudah penuh 100 persen.

“Untuk DPR RI dari dapil NTB 1, Pulau Sumbawa, itu pun, tiga bacaleg. Nah yang di dapil NTB 2, Pulau Lombok kita kosong, delapan caleg,” katanya.

Sementara itu, di partai-partai besar, justru mengalami kelebihan caleg. Misalnya Partai Demokrat, mengaku terpaksa harus mengeliminasi sejumlah bacaleg yang telah mendaftar, karena telah melampaui kebutuhan.

Baca juga:  Demokrat NTB Suarakan Partainya Jadi Pendukung Pemerintah

“Kita terpaksa harus mendeletnya, karena kita kelebihan. Kalau saja KPU membolehkan daftar 100 orang, akan kita daftarkan, tapi kan hanya 65 untuk DPRD NTB,” katanya.

Demkian juga Partai Gerindra. “Di kami itu ada 137 orang yang daftar. Tetapi kan yang bisa kita akomodir hanya 65 orang, sesuai jumlah kursi,” kata Sekretaris DPD Gerindra NTB, Ali Al-Khairi kepada Suara NTB.

Salah satu parpol yang juga mengalami kelebihan bacaleg, yakni Partai Nasdem. “Sampai kami pusing dengan banyak caleg yang daftar ke kita. Tapi kita pusingnya enak, bukan pusing yang tidak enak seperti parpol lain yang kekurangan caleg,” tutur, Ketua Bappilu Nasdem NTB, Ardany Zulfikar. (ndi)