Anggota Bawaslu NTB Ditambah Menjadi Lima Orang

Mataram (Suara NTB) – Bawaslu RI melalui Tim Panitia Seleksi (Timsel) perekrutan anggota komisioner Bawaslu daerah yang telah dibentuk, mengumumkan pembukaan pendaftaran penambahan dua anggota komisioner Bawaslu NTB, yang dibuka mulai tanggal 3-9 Mei mendatang.

Pengumuman itu disampaikan Timsel di Kantor Bawaslu Provinsi NTB, Rabu, 25 April 2018.

“Tim ini akan melaksanakan tugas melakukan seleksi penambahan dua anggota Bawaslu NTB periode 2018-2023,” ujar Dr. Safwan, SH, M. Hum, selaku Ketua Timsel, didampingi oleh sekretaris, Dr. Sri Budi Eko Wardani, dan anggota Dr. H. Lalu Parman, SH, M. Hum, Dr. Widodo Dwi Putro, SH, M. hum, dan Dr. Salahuddin M. Pd.

Dijelaskan Safwan, tahapan kegiatan seleksi ini akan berlangsung cukup padat, mengingat pihaknya hanya  diberikan waktu selama  dua bulan, atau sampai tanggal 5 Juni mendatang. Sementara pengumuman kelulusan akan diumumkan oleh Bawaslu tanggal 16 Juni.

Sekretaris Timsel, Sri Budi Eko Wardani, menambahkan, penambahan dua anggota komisioner Bawaslu NTB merupakan konsekuensi dari amanat UU nomor 7 tahun 2017 tentang Bawaslu. Dimana dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa jumlah anggota Bawaslu lima orang.

“Sementara periode sekarang ini kan ada tiga orang, karena perekrutannya menggunakan aturan lama. Maka untuk melangkapi itu, kami buka seleksi lagi,” jelasnya.

Disebut, dalam sistem seleksi saat ini dengan seleksi periode sebelumnya, tidak jauh berbeda, meskipun terdapat beberapa perbedaan. Integritas, profesionalisme dan kapasitas merupakan hal yang paling utama akan dinilai.

Selain itu dalam seleksi kali ini, Timsel juga akan memperhatikan keterwakilan perempuan, karena dalam amanat undang-undang tersebut menegaskan minimal keterwakilam 30 persen perempuan.

“Khusus mengenai komposisi penyelenggara pemilu, 30 persen. Juga jadi perhatian kami, kami akan upayakan pendaftar lebih banyak dari perempuan. Karena pada periode sebelumnya memang sangat minim jumlah pendaftar dari perempuan. Kami akan usahakan menjangkau para aktivis perempuan,” terangnya.

Mengingat dua tambahan anggota Bawaslu ini diseleksi di mana tahapan Pilkada serentak 2018 sudah berlangsung. Sehingga tidak ada waktu lagi untuk beradaptasi, namun diharapkan bisa langsung bekerja.

Oleh karena utu, disampaikan pihaknya dalam berkerja melakukan seleksi, akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan komisioner yang berkualitas, meski dengan waktu yang terbatas. (ndi)