Rakercab Partai Demokrat Dompu, Zul-Rohmi Diyakini Mampu Bawa NTB Lebih Baik

Dompu (Suara NTB) – Pasangan Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang diusung Partai Demokrat – PKS pada pemilihan Gubernur NTB tahun 2018 diyakini mampu melanjutkan pembangunan NTB yang sudah banyak menunjukan kemajuan di bawah kepemimpinan Dr. TGH. M. Zainul Majdi.

Kemampuan Dr Zul secara akademis, politik dan jaringan membuat Partai Demokrat makin, pasangan Zul-Rohmi akan mampu membawa NTB sejajar dengan daerah lain di Indonesia. Hal itu disampaikan Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahalli Fikri saat penutupan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Partai Demokrat Kabupaten Dompu di gedung PKK Dompu, Senin, 26 Februari 2018.

“Sebelum memutuskan pasangan Dr H Zulkieflimansyah – Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, terjadi diskusi yang cukup panjang. Karena selama 10 tahun kepemimpinan Tuan Guru Bajang (TGB), berbagai kemajuan pembangunan NTB diletakkan. Partai Demokrat akhirnya menetapkan pasangan ini karena sangat yakin, kedua doktor ini yang kita cari mempin NTB kedepan,” tegas TGH Mahalli Fikri.

Ia pun mengungkapkan, penentuan pasangan Zul-Rohmi di Pilgub NTB sebagai bentuk tanggungjawab moral partai Demokrat dan rasa tanggungjawabnya terhadap kelanjutan pembangunan NTB.

Partai Demokrat tidak ingin NTB setelah berganti kepemimpinan, kondisinya tidak jauh lebih baik atau lebih buruk. Tapi justru ingin NTB kedepan jauh lebih baik dari saat ini, terlebih banyak terobosan bagi kemajuan NTB sudah dimulai seperti Global Hub, KEK Mandalika dan berbagai kemajuan lainnya.

Dr H Zulkieflimansyah, calon Gubernur NTB yang diusung Partai Demokrat pada kesempatan yang sama menganalogikan Provinsi NTB sebagai motor gede (Moge) Harley Davidson yang sedang berlari. Ketika pengemudinya hanya tahu cara menjalankan, tetapi tidak paham mengendalikan justru akan membawa motor terperosok di jurang. Motor ini besar, tapi sangat ringan dipacu dan mudah dikendalikan bagi yang paham. Saat ini beberapa kemajuan pembangunan dilakukan di NTB dengan potensinya seperti Global Hub di KLU, KEK Mandalika, Tambang di Sumbawa, Pabrik Gula di Dompu dan berbagai kemajuan pembangunan lainnya.

Calon Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah saat bicara di Rakercab Partai Demokrat Dompu.

“Bila salah dalam mempimpinnya, berbagai kemajuan itu justru akan membuat NTB terperosok,” katanya.

Ia juga mengisahkan cerita rakyat Thailand yang terus menjadi motivasi sehingga Negara ini menjadi satu – satunya negara yang tidak pernah dijajah yaitu cerita antara macan dan ular. Cerita ini tidak memiliki akhir dan mengajarkan bahwa akhir dari cerita juga bergantung dari keinginan penulisnya. Ketika cerita berakhir bahagian, maka semangat dan motivasi menuju bahagian yang ditampilkan.

Selain itu, Dr Zul juga menceritakan sejarah hidupnya mulai dari SD dan SMP di Sumbawa Besar. Ia SMA di Australia dan melanjutkan sarjana ekonomi di UI serta menjadi Ketua BEM UI saat itu. Usai menamatkan sarjana ekonomi di UI, ia melanjutkan pendidikan di Jepang, Belanda, dan Harvard University Amerika. Ketika kembali di Indonesia, ia menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Banten sejak 2004 hingga saat ini.

Ia bahkan berani maju sebagai calon Gubernur di Banten berpasangan dengan Hj Marissa Haque dan hampir menang. Saat itu dirinya menang di 5 Kabupaten dan hanya kalah di Lebak, karena selisihnya cukup banyak di daerah ini sehingga belum menang.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Dompu, Ismul Rahmadin, S.Pd.I saat pembukaan Rakercab mengungkapkan, target partai Demokrat Dompu menang di pemilu 2019 mendatang. Target ini akan tercapai dengan potensi kader dan keluarga besar partai Demokrat Dompu. Mereka ini akan siap menjadikan partai Demokrat sebagai pemenang.

Namun sebelum memenangkan partai Demokrat di pemilu, pada Pilkada serentak tahun 2018 ini partai Demokrat Dompu harus memenangkan pasangan Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah di Pilgub NTB 27 Juni 2018. (ula/*)