Ahyar-Mori Siapkan Rp10 Miliar untuk Guru Ngaji

Advertisement

Selong (Suara NTB) – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB no urut 2, TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE, M.Com (Ahyar-Mori) terus menyambangi berbagai lapisan masyarakat. Mereka pun mengabarkan sejumlah terobosan untuk memajukan NTB di masa depan. Salah satunya, menyiapkan anggaran senilai Rp10 miliar untuk para guru mengaji.

Calon Wakil Gubernur NTB, Mori Hanafi SE., M. Comm., yang berpasangan dengan Calon Gubernur NTB, TGH Ahyar Abduh, Minggu, 25 Februari 2018, menyambangi ribuan masyarakat Pulau Bungin Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Di Pulau Bungin, Mori Hanafi disambut warga setempat, beserta sejumlah Pimpinan Partai Politik Pengusung Paslon Ahyar-Mori. Mulai dari Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sumbawa, H. Irwan Rahadi, ST, hingga relawan Dewi-Dewi (Tim Srikandi) yang sukses mengantarkan politisi PDI Perjuangan, M. Husni Djibril, menjadi Bupati Sumbawa pada Pilkada Kabupaten Sumbawa 2015 lalu. Mori Hanafi juga disambut oleh Tim Relawan Alfa Bravo yang akan berjuang memenangkan paslon Ahyar-Mori di Kabupaten Sumbawa.

Saat dialog dengan Mori, Kusnadi Ibrahim, perwakilan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Pulau Bungin Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa yang juga merupakan pendiri TPQ Daarul Qur’an, mengeluhkan tidak adanya tunjangan untuk kegiatan TPQ di Desa.

Menurutnya, keberadaan TPQ di Desa sangat diperlukan dalam membentuk akhlak generasi muda yang qur’ani sebagai salah satu upaya membangun pendidikan non formal. Hanya saja, sejak 2014 silam, TPQ yang didirikannya tersebut tidak pernah mendapatkan atensi dari Pemerintah.

Pihaknya sangat berharap pasangan Ahyar-Mori dapat mewujudkan aspirasi ini. “Dan mudah-mudahan setelah menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018, TGH Ahyar Abduh-Mori Hanafi, dapat terus berkunjung ke Pulau Bungin ini,” harap Kusnadi.

Menanggapi masukan ini, Mori Hanafi, mengemukakan dalam APBD NTB, Pemerintah Provinsi mengalokasikan pemberian tunjangan bagi para Marbot sebesar Rp1 juta per marbot. Namun, tunjangan untuk para guru ngaji belum dialokasikan anggaran.

Mori memperkirakan, jika jumlah guru mengaji se-NTB itu berjumlah sekitar 10 ribu orang dan diberikan tunjangan per orang sebesar Rp1 juta, maka anggaran yang dibutuhkan adalah sebesar Rp10 Miliar.

“Kami rasa dari Total APBD Provinsi NTB itu sekitar Rp6 triliunan lebih, anggaran sebesar Rp10 Miliar itu tidak terlalu membebani APBD kita. Apalagi jika kita bandingkan dengan manfaat dari pemberian tunjangan bagi guru ngaji ini tentu akan lebih memotivasi para guru ngaji kita untuk memberikan pengajaran Al-Qur’an bagi generasi muda kita,” tutup Mori.

Bantuan Purna TKI

Pada Sabtu, 24 Februari 2018, Ahyar Abduh juga menggelar berkeliling silaturrahim dengan warga di Desa Lenek Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur. Sekitar 500 warga yang terdiri dari tokoh agama, masyarakat, relawan Ahyar-Mori Aikmel dan masyarakat sekitar Aikmel hadir dalam silaturahim ini.

Ketua Relawan Ahyar-Mori Aikmel, H. Akhim berharap besar kepada pasangan Ahyar-Mori terkait permasalahan di Aikmel dan Lotim umumnya.

Akhim menyatakan pasangan Ahyar-Mori akan mampu menjawab persoalan masyarakat khususnya di Aikmel. Untuk diketahui bahwa masyarakat Aikmel cukup banyak yang memiliki mata pencaharian sebagai pedagang kaki lima.

“Saya berharap besar TGH. Ahyar Abduh dan Mori Hanafi akan menjawab apa yang menjadi tantangan masyarakat Aikmel, karena mayoritas pedagang kaki lima. Semoga ada solusi yang baik serta menjadi acuan beliau ketika terpilih menjadi Gubernur NTB nantinya,” harapnya.

TGH. Ahyar Abduh secara tegas menjawab bahwa ketika paket Ahyar-Mori dinyatakan terpilih menjadi Gubernur, masyarakat Aikmel akan diberikan bantuan usaha, dan juga diberikan bantuan 200 juta perdesa. Dan itu sudah menjadi program turunan dari visi-misi Ahyar-Mori.

“Dan untuk para purna TKI akan diberikan dalam bentuk pelatihan dan pembinaan untuk masa depan para purna TKI agar lebih mandiri,” tegas Walikota Mataram dua periode ini.

Di kesempatan yang berbeda, Ahyar juga menghadiri kegiatan silaturahim dan tatap muka dengan masyarakat Desa Bagek Papan Kecamatan Wanasaba. Kegiatan ini dihadiri tak kurang dari 1.500 hadirin. Tampak diantara mereka yang hadir, tokoh masyarakat, TGH. Hilmi, para tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat, serta para ibu.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Lotim, H. Maidiy secara tegas menyatakan TGH. Ahyar Abduh  dan Mori Hanafilah yang akan menjadi pemimpin NTB kedepan. “Dan kita sebagai partai pengusung berkewajiban untuk memenangkan beliau berdua menjadi Gubernur  dan Wakil Gubernur,” ujarnya.

Dalam sambutannya, TGH. Ahyar Abduh menyampaikan pahwa program utama dan prioritas pasangan Ahyar-Mori ke depan adalah menyiapkan infrastuktur dasar dan menghadirkan pelayanan prima, cepat, gratis dan mudah bagi masyarakat NTB. Khususnya, pelayanan di bidang kesehatan dan pendidikan. (tim)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.