IPM Kota Mataram, Bukti Sukses Kepemimpinan Ahyar Abduh

Mataram (Suara NTB) – Anggota DPRD NTB dari Fraksi PDIP, Drs. H. Ruslan Turmuzi menilai, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mataram saat ini berada di daftar tertinggi di antara 10 kabupaten/kota di NTB. Hal ini menurutnya adalah salah satu bukti sukses kepemimpinan H. Ahyar Abduh.

Berdasarkan data yang dilansir Bappeda NTB di lamannya, untuk daftar IPM tahun 2016 di 10 kabupaten/kota di NTB, Kota Mataram menempati posisi teratas.

IPM Kota Mataram berada di angka 77,20, disusul oleh IPM Kota Bima (73,67). Daerah dengan peringkat IPM terendah di NTB adalah Kabupaten Lombok Utara (62,24). Namun demikian, Lombok Utara mencatat pertumbuhan IPM tertinggi mencapai 1,78 persen, Sumbawa (1,53 persen), Lombok Barat (1,44 persen) dan Dompu(1,43 persen).

Bappeda NTB juga menyebutkan bahwa Kota Mataram dan Kota Bima merupakan daerah dengan IPM kategori tinggi di NTB sedangkan kabupaten/kota lain masih berada pada kategori sedang.

Ruslan Turmuzi yang dikonfirmasi wartawan di DPRD NTB, Rabu (31/1) kemarin menegaskan, data tersebut membuktikan kepemimpinan H. Ahyar Abduh di Kota Mataram saat ini telah sukses dalam pembangunan manusianya.

Karena itulah, Ruslan menilai, dalam konteks Pilkada NTB ini, duet Ahyar Abduh yang didampingi Mori Hanafi bisa menjadi pilihan bagi pemilih yang menginginkan kepemimpinan yang sukses. “Pemilih-pemilih cerdas, pemilih pemula yang bersekolah di Kota Mataram, mereka juga akan melihat keberhasilan pembangunan di Kota Mataram ini,” ujar Ruslan.

Kalkulasi Ruslan terkait kualitas pasangan ini tidak hanya itu. Politisi asal Lombok Tengah ini menilai, duet Ahyar Abduh dan Mori Hanafi juga mewakili persenyawaan antara kekuatan religius dan nasionalis di NTB.

“Kita tahu bahwa Tuan Guru Ahyar Abduh itu memiliki darah ulama, sementara Mori Hanafi ini mewakili generasi muda yang nasionalis. Duet ini sangat klop, religius, nasionalis,” tegasnya.

Dari sisi geopolitik, Ahyar-Mori juga mewakili keterpaduan yang sangat layak jual. Ahyar merupakan representasi masyarakat Pulau Lombok. Sementara, Mori Hanafi merepresentasikan masyarakat Pulau Sumbawa, khususnya masyarakat Mbojo. “Ini juga perpaduan yang sangat cocok. Tidak sulit mengkampanyekan mereka. Karena masyarakat ini memang menginginkan,” ujarnya.

“Mori ini salah satu putra terbaik dari Bima. Makanya begitu kita konsolidasi, yang dipimpin H. Rahmat Hidayat, sambutan tokoh itu di Bima itu begitu kuat. Dan mereka antusias, karena ingin melihat putra terbaiknya juga ikut memimpin NTB,” imbuhnya lagi.

Sebagai politisi yang terpilih dari Daerah Pemilihan Lombok Tengah (Loteng), Ruslan menegaskan dirinya yakin duet Ahyar-Mori akan meraup suara cukup signifikan di Loteng.

Ruslan tak menampik kalkulasi sejumlah kalangan yang menganggap Loteng akan menjadi lumbung suara bakal calon Gubernur NTB, H. M. Suhaili FT. Namun, menurut Ruslan, Ahyar-Mori bisa saja memberikan kejutan di daerah bermoto Tatas Tuhu Trasna ini.

“Kalkulasi kita itu sudah matang. Paling tidak, kita bisa mengikis basis-basis calon lain dengan sejumlah pendekatan. Kita bermain senyap saja. Ada infanteri, ada serangan udara dan sebagainya. Dan kami tidak sulit untuk ‘menjual’ Ahyar-Mori ini. Karena masyarakat kita sudah cerdas. Mereka paham apa itu money politics, siapa calon yang berprestasi. Siapa Ahyar, kepala daerah yang sudah berbuat untuk NTB. Mereka paham, jangan dikira pemilih kita tidak cerdas,” bebernya.

Ruslan menegaskan, upaya serius memenangkan pasangan Ahyar-Mori ini tidak saja akan dilakukan Lombok Tengah. Seruan Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat beberapa waktu lalu akan menjadi pedoman bagi para kader PDIP di NTB untuk berjuang sepenuh hati memenangkan Ahyar-Mori.

“Yang jelas, kami di PDIP, punya konstituen yang juga militan, yang menaruh harapan kepada duet Ahyar-Mori ini. Dan kami secara organisasi di internal PDIP sudah siap menggerakkan seluruh mesin partai. Belum lagi partai lainnya,” pungkas Ruslan. (aan)