NW-NU Bakal Bersatu di Pilkada Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Setelah mengklaim mengunci SK dukungan PBB, duet TGH. Hasanain Juaini – H. Sulhan Mukhlis kembali mendapatkan dukungan dari Demokrat menyusul telah dikeluarkannya SK dukungan resmi oleh DPP untuk mengusung duet dua tokoh yang mewakili nama organisasi besar Nahdlatul Wathan (NW) dan Nahdlatul Ulama (NU). SK ini ditandatangani Ketum DPP Partai Demokrat, H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Sekjen Hinca Panjaitan diterbitkan tanggal 24 November 2017 lalu.

Dengan resminya Demokrat mendukung duet Hasanain-Sulhan ini, tentunya menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan. Pasalnya, Demokrat memiliki tokoh yang memiliki nama besar yang juga ketua organisasi terbesar di NTB yakni NW. Pun nama TGH Hasanain menjadi Sekjen PB NW.  Sementara H. Sulhan Muhklis menjadi tokoh muda NU yang telah menjabat dua priode menjadi DPRD dengan berbagai pengalaman memimpin organisasi.

Baca juga:  Gubernur NTB Hadiri Haul Tiga Ulama NU

Ketua DPC Demokrat Lobar, Indra Jaya Usman menyatakan bahwa SK dukungan Demokrat untuk duet TGH. Hasanain-H. Sulhan sudah keluar sepekan lalu dari DPP. “Tinggal diserahkan, penyerahannya nanti ada seremonialnya,” kata Indra. SK tersebut kata Indra diambil olehnya dan pengurus Demokrat bersama dengan TGH. Hasanain Juaini dan SK masih dipegang provinsi.

Menurutnya, dukungan Demokrat terhadap para kandidat bisa dipertanggung jawabkan secara kualitas, kapabilitas mereka. Bukan karena sematas atas dasar TGH. Hasanain sebagai Sekjen PB NW dan Sulhan Mukhlis sebagai cucu pendiri Ponpes Al Islahuddiny Kediri.

Namun dilihat sendiri fakta yang ada bahwa TGH. Hasanain diakui oleh dunia terkait prestasinya, pernah menerima penghargaan tingkat Asia Ramon Magsaysay Award. Penghargaan ini hanya beberapa tokoh di indonesia ya memperolehnya, salah satunya alharmum mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan beberapa tokoh lainnya. Belum lag penghargaan lain seperti kalpataru.

Baca juga:  Gubernur NTB Hadiri Haul Tiga Ulama NU

Sementara itu, Sulhan Mukhlis menyatakan dirinya bisa berdiri di posisinya saat ini tak lepas karena berbagai faktor, termasuk ia tak bisa menapikan faktor Islahuddiny dan almrhum mendiang TGH. Ibrahim. Termasuk terkait dukungan parpol seperti Demokrat dan PBB tentunya tak lepas karena faktor irisan hubungan baik antara sesepuh Ponpes Al Islahuddiny TGH. Ibrahim dengan kakek TGB, Maulana Syeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid saat bersama duduk di dewan konstituante.  (her)