Fauzan Klaim Didukung Gus Solah, Sajim Galang Komunikasi dengan Parpol

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid mendapat dukungan dari tokoh nasional KH. Salahuddin Wahid (Gus Solah) untuk maju pada Pilkada Lobar 2018 nanti. Dukungan ini disampaikan ketika Bupati Lombok Barat (Lobar) ini bertemu dengan Gus Solah saat mendampingi tun guru se Lobar berkunjung ke Pondok Pesantren Gus Solah di Jombang Jawa Timur (Jatim).

Pada kesempatan itu, sesepuh organisasi terbesar di Indonesia, ini  banyak mendengarkan perkembangan NU di NTB secara umum dan di Lobar secara khusus.”NTB secara umum adalah ladang dakwah islamiyah. Di sebelah barat ada Pulau Bali dengan mayoritas Hindu,  dan di sebelah timur ada NTT yang mayoritas Kristiani.  Namun kehidupan pluralisme dan toleransi menjadi penguat dakwah di NTB dan Lombok Barat pada khususnya, ” ujarnya.

Kiprah NU di Lobar,  lanjut Fauzan,  sangat ditopang dengan banyaknya pondok pesantren. Hal itu yang membuat Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKSPP) Lobar terus berusaha meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga-lembaga anggotanya. Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan studi banding ke beberapa pondok pesantren besar di Jawa Timur.

Adik Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid ini pun memberikan banyak informasi terkait pola pengembangan kelembagaan dan pendidikan di pondok pesantren yang didirikan oleh KH.  Hasyim Asyari.

Sementara Dr. H. L. Sajim  Sastrawan mengaku, dirinya terus menggalang komunikasi dengan semua parpol. Dijelaskan karena pilkada serentak tentu ia mencari mitra siapa yang paling pas mitra pada pilkada, sehingga sama-sama menggunakan parpol sebagai kendaraan nanti pada Pilkada. Menurutnya hal ini memudahkan, karena lebih maksimal dalam hal memberikan dukungan. Karena saat ini ia merangkai kira-kira partai mana yang dipergunakan, kemudian figur siapa yang dicalonkan sebagai calon bupati.

Terkait komunikasi dengan parpol, ia mengaku sudah ada beberapa yang intens, seperti PDIP. Termasuk dirinya, juga membangun komunikasi dengan Nasdem, Gerindra. “Gerindra, PDIP dan PBB terus kita komunikasi,” jelasnya. (her)