Arus Bawah PDIP di NTB Inginkan Ahyar-Mori

0
104

Mataram (suarantb.com) – DPD PDIP NTB menerbitkan usulan atau rekomendasi dukungan untuk duet H. Ahyar Abduh – Mori Hanafi, SE, M.Comm. Terbitnya dukungan ini  merupakan buah dari keinginan arus bawah PDIP.

Demikian disampaikan oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD NTB, Drs. H. Ruslan Turmuzi dan Sekretaris Fraksi PDIP DPRD NTB, Ir. Made Slamet, MM, saat menggelar konferensi pers di DPRD NTB, Kamis, 16 November 2017.

Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD NTB, Raden Nuna Abriadi, dan Bendahara Fraksi, Ahmad Yadiansyah juga hadir dalam konferensi pers tersebut.

Made Slamet menegaskan bahwa di Pilkada kali ini, arus bawah PDIP di NTB menginginkan sosok calon pemimpin yang mampu menjaga kebhinekaan di daerahnya. Karakter semacam ini menurutnya telah diperlihatkan Ahyar selama memimpin Kota Mataram.

“Sehingga arus bawah menginginkan PDIP mendukung Paket Ahyar-Mori di Pilkada NTB ini,” ujarnya.

Ahmad Yadiansyah menegaskan, surat usulan dukungan untuk paket ini sudah diterbitkan DPD PDIP NTB. Yadiansyah juga membenarkan foto surat yang telah beredar di sejumlah grup WhatsApp merupakan surat yang akan dikirimkan ke DPP PDIP sebagai syarat untuk terbitnya dukungan resmi. Namun, Made Slamet mengingatkan, dukungan ini tidak bisa dipandang sebagai dukungan final untuk Ahyar-Mori.

Sejumlah kalangan menilai, jika dukungan ini nantinya telah menjadi final, akan muncul problem lanjutan bagi PDIP. Sebab, ini artinya PDIP akan berkoalisi dengan Gerindra di Pilkada NTB. Padahal, di tingkat nasional, hampir dipastikan dua parpol ini akan melanjutkan rivalitas di Pilpres 2014 lalu.

Soal ini, Raden Nuna menegaskan bahwa Pilkada NTB dan Pilpres memiliki dimensi politik yang berbeda dan tidak harus berjalan selaras. “Di beberapa daerah PDIP berkoalisi dengan Gerindra,” ujarnya.

  Dinamika Pilkada Sumbawa, Hasto Minta Kader PDIP NTB Hentikan Saling Serang di Media

Iya meyakini, dukungan untuk Ahyar-Mori tidak akan menjadi penghambat bagi PDIP NTB untuk memenangkan Joko Widodo di NTB pada Pilpres 2019 mendatang.

Lantas, apa motif PDIP memberikan dukungan untuk Ahyar-Mori? Benarkah PDIP sudah dijanjikan kompensasi tertentu sebagai imbal dukungan ini?

Soal ini, salah satu spekulasi yang berkembang adalah akan diberikannya dukungan Ahyar bagi Hj. Putu Selly Andayani di Pilkada Kota Mataram pada 2020 mendatang.

Seperti diketahui, Selly yang merupakan istri Ketua DPD PDIP NTB, H. Rachmat Hidayat, memang diyakini memiliki basis dukungan yang kuat. Terlebih, Selly pernah menjabat sebagai Plt. Walikota Mataram dan di masa yang cukup singkat, ia meninggalkan impresi yang cukup kuat.

Namun, Made Slamet menampik spekulasi tersebut. Ia juga menegaskan bahwa Pilkada Kota Mataram masihlah sangat lama.

“Pilkada Kota Mataram kan masih lama. Kan belum tahu kita perjalanannya. Ndak bisa sih kita bicara kompensasi sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, Ruslan Turmuzi menilai Selly memiliki kompetensi untuk menduduki berbagai jabatan politik maupun birokrasi, tanpa harus bermodalkan komitmen politik tertentu.

“Ada kompensasi atau tidak, beliau sangat layak jadi walikota, sekda, Dirjen bahkan menteri sekalipun. Karena beliau memang mumpuni,” tegas Ruslan.

Lagipula, adanya komitmen politik dalam Pilkada bukanlah sesuatu yang negatif. Sebab, Pilkada memang ajang untuk mencari dan menyiapkan calon pemimpin yang akan menduduki jabatan politik.

“Jadi komitmen politik itu wajar,” ujar Raden Nuna saat ditanyai soal kabar bahwa Selly akan diproyeksikan menduduki jabatan Sekda sebagai konsesi dukungan ini, jika Ahyar-Mori memenangkan Pilkada NTB.

Senada dengan Ruslan, Nuna menegaskan, jabatan Sekda sebenarnya tidak sebanding dengan dukungan yang diberikan PDIP. “Kalau hanya diukur dengan Sekda itu terlalu kecil bagi PDIP,” ujarnya. (aan)

  Hari Ini, Gubernur Ratas dengan Presiden Joko Widodo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here