Beranda NTB Pilkada NTB 2018, Koalisi Parpol Poros Tengah Diduga Terbelah

Pilkada NTB 2018, Koalisi Parpol Poros Tengah Diduga Terbelah

0
69

Mataram (Suara NTB) – Dukungan sejumlah partai politik (parpol) yang tergabung dalam koalisi poros tengah masih belum kompak mengarah ke H. Ahyar Abduh. Partai peserta koalisi poros tengah, yang teridiri dari Partai Gerindra, PPP, PAN, PKB dan Hanura, masih saling tarik menarik dukungan, dan bahkan cenderung terbelah.

Hal itu terungkap dari pengakuan Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hadrian Irfani, M.Si yang dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 30 Agustus 2017. Menurut Lalu Hadrian, komunikasi politik terkait arah dukungan diinternal koalisi poros tengah masih belum menemui titik temu.

“Betul, masih belum mencapai titik temu,” ujarnya. Ia juga membenarkan bahwa, masih belum tercapainya titik temu soal arah dukungan koalisi poros tengah itu, menjadi alasan di balik penundaan deklarasi Ahyar Abduh, yang direncanakan pada pertengahan bulan Agustus lalu.

Namun demikain, Lalu Hadrian memastikan, meskipun belum tercapai kata sepakat terkait sosok figur yang akan didukung, komunikasi politik di internal poros tengah masih berjalan dinamis, dalam rangka mencari kesepakatan.

“Kalau komunikasi, poros tengah masih tetap jalan, hanya saja PKB sendiri masih belum menentukan (dukungan). Karena masih melakukan tahap terakhir mekanisme partai,” jelasnya.

Sebelumnya, pada minggu kemarin DPW PKB NTB menggelar jumpa pers untuk menegaskan bahwa partai dengan basis massa warga nahdliyin itu, belum sama sekali memutuskan dukungan pada salah satu calon. Oleh karena itu, pada saat itu juga, Lalu Hadrian menegaskan bahwa klaim bahwa PKB telah mendukung Ahyar Abduh yang berpasangan dengan Mori Hanafi, tidak benar.

Dari informasi yang diserap oleh Suara NTB dari sejumlah petinggi partai yang tergabung dalam koalisi poros tengah itu, bahwa dari lima partai peserta koalisi, tiga di antaranya masih belum final mendukung Ahyar, yakni, PKB, PAN dan Hanura.

  Seorang ABK KM Multi Prima Ditemukan Selamat

Namun demikain, isu terkait alasan di balik penundaan deklarasi Ahyar Abduh tersebut karena koalisi poros tengah tidak kompak, ditepis oleh partai Gerindra. Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat, yang juga merupakan kakak kandung dari Ahyar Abduh pada Suara NTB dengan tegas menyatakan bahwa isu itu tidak benar.

Menurutnya penundaan itu murni hanya oleh alasan teknis semata, yakni di mana lokasi deklarasi yang direncanakan di Lapangan Umum Kecamatan Mabagik, Lombok Timur, akan digunakan selama satu bulan penuh untuk kegiatan perayaan menyambut hari kemerdekaan 17 Agustus.

Sementara untuk partai koalisi pendukung Ahyar, Ridwan menuturkan sudah final dengan empat partai, yakni Gerindra sebagai pengusung utama, disusul PPP, PKB dan PAN. Koalisi keempat partai itu juga sudah menyepakati untuk mengumumkan secara bersama-sama pada saat waktu deklarasi nanti.

“Kalau soal calon wakil, itu akan diumumkan oleh nomor satunya nanti, pak Ahyar sendiri nanti yang akan menjawab itu,” pungkasnya. (ndi)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 − 2 =