KPU Temukan Dukungan Calon Independen dari ASN, TNI dan Polri di Lotim

Selong (Suara NTB) – Proses verifikasi lapangan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menemukan sejumlah persoalan baru di tengah-tengah masyarakat. Pasalnya, dukungan yang diajukan oleh bakal calon dari jalur independen pada Pilkada Lotim maupun Pilgub 2018 mendatang, beberapa ditemukan berasal dari kalangan Aparartur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri.

“Dari hasil verifikasi, masyarakat yang tertera namanya pada dukungan bakal calon tidak ada ditemukan di tempat, ada yang meninggal dunia juga menjadi temuan. Bahkan TNI, Polri maupun PNS juga ditemukan,” terang Ketua KPU Lotim, M. Saleh, Sabtu, 23 Desember 2017.

Sementara untuk hasil verifikasi, di mana berdasarkan hasil komunikasi dengan PPK bahwa saat ini rata-rata sudah mencapai 95 persen. Dan PPK sudah siap pada tanggal 26-28 Desember 2017 untuk melakukan rekapitulasi di PPK dalam menghitung atau menentukan berapa jumlah yang memenuhi syarat (MS) maupun tidak memenuhi syarat (TMS). “Untuk saat ini tidak bisa dihitung berapa jumlah yang MS maupun TMS. Nanti ada tahapannya,”jelasnya.

Disampaikan lebih jauh, penentuan MS maupun TMS berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan oleh tim dengan cara bertemu langsung dengan masyarakat, apakah mendukung atau tidak. Dari hasil pertemuan itu dengan masyarakat itu, apabila masyarakat yang tertera namanya mengaku tidak pernah memberikan dukungan. Maka masyarakat yang bersangkutan diberikan hak untuk mengisi formulir yang sudah disediakan dan menyatakan tidak pernah memberikan dukungan atau TMS.

Untuk proses perbaikan dari pasangan calon yang maju melalui jalur independen, setelah dilakukan rekapitulasi di tingkat kabupaten yang dilakukan pada tanggal 29-31 Desember 2017. Kekurangan yang ditemukan harus dilengkapi sebanyak dua kali lipat dari pasangan calon dengan proses perbaikan diberikan sekitar kurun waktu dua minggu.

Sementara, Ketua Panwaslu Lotim, Retno Sirnopati, menyebut Panwaslu sudah merilis indeks kerawanan Pemilu sekitar bulan November lalu dan Lotim dianggap rawan Pilkada yang cukup tinggi. Indikator dikatakan rawan Pilkada yakni, penyelengaraan, kontestan dan partisipan.

Dari tiga indikator itu, lanjut dia, yang paling rawan yakni kontestan, sehingga dalam menyikapinya, tokoh masyarakat memiliki peran yang cukup signifikan terutama dalam menjaga jemaahnya masing-masing.  Sehingga dengan sentra Gakundu yang terdapat tiga instansi didalamnya dapat menyelesaikan segala persoalan itu. “Kita terus melakukan upaya pencegahan, sehingga tidak terjadi potensi konflik yang berkepanjangan,”terangnya. (yon)