Gagal Lewat Independen, Tiket Jalur Parpol Ikut Hangus

Mataram (Suara NTB) – Bakal pasangan calon kepala daerah yang kandas dari jalur independen, tidak diperbolehkan lagi untuk maju kembali  lewat jalur partai. Hal tersebut merujuk pada ketentuan PKPU Nomor 3 Tahun 2017.

Pada pasal 34 ketentuan tersebut, diatur bahwa bakal pasangan calon perseorangan yang telah mengikuti proses verifikasi administrasi dan verifikasi faktual, tidak  dapat diajukan sebagai bakal pasangan calon oleh parpol atau gabungan parpol.

“Jadi kalau tidak memenuhi syarat dukungan, sesudah dilaksanakan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual, maka tidak bisa dicalonkan oleh parpol atau gabungan parpol lagi,” jelas Ketua KPU Provinsi NTB, Lalu Aksar Anshori kepada wartawan.

Karena hanya menyebutkan bagi pasangan calon yang sudah sampai tahap verifikasi administrasi dan faktual. Maka ketentuan tersebut tidak berlaku bagi pasangan bakal calon kepala daerah dinyatakan tidak memenuhi berkas persyaratan dukungan pendaftaran. Artinya, paslon tersebut dinyatakan tidak memenuhi syarat sebelum masuk proses verifikasi administrasi dan faktual oleh KPU.

Diketahui, dari empat pasangan bakal calon dari jalur independen yang sudah menyerahkan berkas dukungan ke KPU, tiga pasangan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan dukungan. Yakni paket Ahmad Rusni – Muhammad Nur, paket Abdul Hakim – Suminggah dan paket Dianul Hayezi – Sri Sudarjo.

Sementara pasangan Ali-Sakti dinyatakan memenuhi berkas persyaratan dukungan pendaftaran. Bahkan pasangan ini sudah melewati verifikasi administrasi dan akan dilanjutjan ke tahap verifikasi faktual.

“Kalau mereka mundur di masa penelitian berkas dukungan, maka, pasangan calon tersebut dianggap tidak memenuhi syarat dukungan. Secara otomatis, tidak bisa pula mendaftar kembali melalui jalur parpol,” paparnya.

Tidak hanya itu, pasangan calon independen yang mengundurkan diri usai penetapan oleh KPU yang akan dilaksanakan Bulan Maret 2018 mendatang, akan dikenakan denda Rp 10 miliar. Ketentuan tersebut tidak berlaku bagi paslon dari jalur partai. (ndi)