Diundur, Penyerahan SK Golkar untuk Fauzan-Sumiatun

Giri Menang (Suara NTB) – Penyerahan SK Golkar untuk H. Fauzan Khalid – Hj. Sumiatun yang akan maju di Pilkada Lombok Barat (Lobar) diundur. Rencananya penyerahan SK dilaksanakan DPP Partai Golkar, Minggu, 12 November 2017 lalu pada acara Golkar Berzikir di Lombok Timur.

Namun, penyerahan SK dibatalkan, karena ada kendala. Pihak Golkar Lobar menampik jika penyebab tarik ulur penyerahan SK ini akibat kasus yang membelit Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto yang kembali ditetapkan tersangka bahkan bakal ditahan KPK.

Ditemui di Kantor KPU Lobar, Kamis, 16 November 2017, Wakil Sekretaris Bidang Organisasi DPD II Partai Golkar Lobar, Adi Subardi, menjelaskan, pada prinsipnya, SK Golkar untuk duet Fauzan-Sumiatun sudah clear dan final. Tinggal menunggu waktu untuk penyerahan saja.

Menurutnya, penyerahan SK ini bukan tarik-ulur, namun masih mencari momen tepat apakah saat momen deklarasi pasangan calon atau momentum lain. Pihaknya membantah, jika tarik ulur penyerahan SK ini ada kaitan dengan kasus yang menimpa Ketum Partai Golkar Golkar Setya Novanto.

Dalam hal ini, tidak ada kaitannya, sebab SK tersebut telah ditandatangani, sehingga SK tidak bisa berlaku maju atau mundur. Sebab kalau sudah menjadi keputusan, maka yang bisa menganulir perlu digelar rapat pleno lagi dan kandidat mundur.

“SK itu sudah ditandatangan, maka itu sah. Dan tidak berlaku mundur,” tegasnya. Disinggung kemungkinan terjadinya pergantian  ketua umum, apakah akan berubah, Adi menegaskan, sulit mengubah keputusan di Kabupaten Lobar.

Menyangkut persoalan hukum, tentunya Golkar menyerahkan sepenuhnya ke aparat, namun terkait organisasi tetap berjalan. Termasuk rencana duet Fauzan-Sumiatun tidak akan terpengaruh terhadap persoalan Ketua Umum,  sebab ia yakin pasangan ini tetap solid.

Ia menambahkan pengajuan Hj. Sumiatun dilakukan DPD II Partai Golkar Lobar. Di mana pihak DPD II merekomendasikan lima calon hasil verifikasi untuk diajukan ke DPP melalui DPD I. (her)