Demokrat Berikan Keleluasaan Rohmi Tentukan Pasangan

Mataram (Suara NTB) – Partai Demokrat mencatat ada empat kandidat kuat bakal calon Gubernur yang kini tengah berkompetisi ketat untuk ’’mempersunting’’ Hj. Sitti Rohmi Djalilah sebagai pasangan Bakal Calon Wakil Gubernur di Pilkada NTB 2018.

Empat balon tersebut yakni Dr. Zulkieflimansyah, Lalu Rudi Irham Srigede, Farouk Muhammad dan KH. Zulkifli Muhadli. Empat figur tersebut sampai saat ini masih aktif membangun komunikasi dengan DPP Partai Demokrat.

“Sekarang Rohmi sedang ’’diperebutkan’’ oleh empat orang, dengan Rohmi sebagai wakil.  Keempat orang ini sama-sama mendekat, ini baru saja saya ditelepon dari majelis tinggi partai terkait empat orang tersebut. Majelis tinggi meminta masukan dari DPD,” tutur Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri, di ruangannya, Selasa, 24 Oktober 2017.

Mahalli mengatakan keempat figur tersebut merupakan orang-orang hebat yang sudah tidak diragukan lagi kapasitasnya. Mereka sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dan DPD sudah menyerahkan hasil kajiannya pada DPP, sehingga bolanya diserahkan sepenuhnya pada DPP.

“Karena kita sudah serahkan pada DPP, hasil penyaringan kami, ya tinggal bola ada di DPP, mau ke mana ditendang,” sebutnya.

Namun demikian, meskipun DPP memegang keputusan akhir akan mendukung siapa. Sitti Rohmi selaku balon juga memiliki kewenangan untuk memilih dan memutuskan dengan siapa ia mau berpasangan. Dan DPP tentu akan mendengar hal tersebut.

“Rohmi ikut menentukan juga. Kenapa, karena dia sudah diputuskan oleh partai sebagai calon. Makanya selain pertimbangan dari DPD dan DPP, Rohmi juga menentukan. Apakah diperkenankan tidak sama Rohmi, dengan siapa Rohmi akan nyaman berpasangan, itu Rohmi yang memutuskan,” kata Wakil Ketua DPRD NTB ini.

Akan tetapi, Mahalli tidak menampik jika dari keempat kandidat itu, pilihan Rohmi akan lebih condong pada Dr. Zulkieflimansyah. Alasannya adalah partai koalisi dan juga telah direstui oleh kakak kandung Rohmi, Dr. TGH. M. Zainul Majdi.

“Kita dengan PKS sudah sepakat berkoalisi. Nah Demokrat kasih peluang dan kesempatan pada figur dari Pulau Sumbawa dan ini harus digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Sumbawa. Tapi saya kira masyarakat Sumbawa itu orang cerdas,” katanya. (ndi)