Amin Tolak Panggilan Bawaslu NTB

Mataram (Suara NTB) – Bakal calon Wakil Gubernur NTB, Muh. Amin, SH, M.Si, menegaskan bahwa Bawaslu NTB tidak punya kewenangan untuk memanggil dirinya terkait dugaan pelanggaran kegiatan pengenalan pasangan bakal calon Gubernur dan balon wakil Gubernur yang dilakukannya bersama Suhaili FT di Praya beberapa waktu lalu.

“Kan belum memasuki pelanggaran, karena belum punya pasangan calon, jangankan SK calon, SK partai saja belum. Apa mau panggil saya dalam kapasitas sebagai Wakil Gubernur,” demikian Amin, di ruang kerja Wakil Gubernur, Senin, 16 Oktober 2017.

Dikatakan Amin, kehadirannya pada kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Lombok Tengah itu dalam kapasitas sebagai Wakil Gubernur. Ia juga saat memberikan sambutan menyebut dirinya diundang sebagai Wakil Gubernur. Adapun jika disebutkan sebagai calon wakil Gubernur, menurutnya hal itu wajar-wajar saja.

“Saya dipanggil (Bawaslu) tapi ndak hadir. Untuk apa saya hadir, dalam kapasitas apa. Karena saya hadir sebagai Wagub, jadi boleh saya tidak penuhi,” tegasnya.

Ketua DPW Partai Nasdem itu pada dasarnya ingin membalas secara tertulis permintaan klarifikasi dari Bawaslu tersebut. Namun karena kesibukannya, sehingga ia belum sempat untuk membuat surat balasan itu.

“Karena ini masih ruang hampa dia, jadi mau menegur ndak bisa, karena belum ada SK, tim sukses juga ndak ada. Jadi mau didiskualifikasi juga belum jadi calon. Mau diberikan sanksi juga sama (belum jadi calon). Jadi kami belum masuk ke ruangan pelanggaran itu. Kita juga di sana ndak ada bilang pilih saya,” jelasnya.

Namun demikian, ia menghargai sikap Bawaslu dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Hanya saja, menurutnya Bawaslu harus bersikap lebih adil.

“Kita hargailah, Bawaslu telah mejalankan tugas pokok dan  fungsinya. Tapi kalau memang begitu, kegiatan kita kemarin apa bedanya sama yang lain-lain yang juga memperkenalkan diri lewat baliho itu, meskipun ndak ngomong tapi kan memperkenalkan diri. Terus apa Bawaslu mencopot itu juga,” ucapnya.

Ia menyarankan pada Bawaslu supaya ia juga aktif dalam memberikan imbauan pada pasangan calon. Dengan tujuan untuk memberikan edukasi.  (ndi)