Pesan TGB kepada Calon Kontestan Pilgub 2018

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah paket pasangan muncul untuk ikut berkontestasi pada Pilgub NTB 2018 mendatang. Suksesi pengganti Dr. TGH. M. Zainul Majdi yang dua periode menjabat Gubernur NTB bakal terbuka.

Dalam waktu hampir bersamaan akhir pekan lalu, dua pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur sudah mendeklarasikan diri ikut berkontestasi, yakni pasangan TGH. Ahyar Abduh – H. Mori Hanafi, dan H. M. Suhaili – H. Muh. Amin.

Dua pasangan itu diprediksi akan bertarung dengan nama-nama besar lainnya, seperti politisi PKS asal Sumbawa, Dr. H. Zukieflimansyah, Bupati Lombok Timur, H. Moch. Ali Bin Dahlan, Prof. Farouk Muhammad, Lalu Rudy Irham Srigede dan nama lain sebagainya.

Nama-nama tersebut, meskipun belum mendeklarasikan diri namun sudah menyatakan niatnya untuk berpartisipasi memperebutkan hati rakyat NTB.

Sebagai Gubernur NTB, Zainul Majdi punya pesan bagi para bakal calon yang akan berkontestasi pada Pilgub 27 Juni 2018 nanti.

Warisan pembangunan yang ia gagas dan wujudkan sejak menjabat 2010 silam diharapkan dilanjutkan dengan konsep terukur sehingga kemajuan NTB semakin melejit.

“Yang penting semua calon berkompetisi dengan semangat fastabiqul khairat. Apa yang kita bangun selama ini butuh kekompakan,” pesannya ditemui usai upacara peringatan HUT TNI ke-72 di Bandara Selaparang, Mataram, Kamis, 5 Oktober 2017.

Menurutnya, kampanye masing-masing kontestan Pilgub nantinya harus fokus pada ide pembangunan NTB, mengusung adab politik yang baik selama kampanye.

“Saya harap Pilkada kita sehat dan menyenangkan. Lebih kepada pertukaran gagasan dan apa yang harus dilakukan supaya NTB ini semakin melejit potensinya,” sebut Gubernur yang akrab disapa TGB ini.

Disinggung soal dinamika politik NTB terkini, TGB melontarkan tanggapan diplomatis. Peta politik sudah mengerucut dilihat dari deklarasi dua pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur yang sudah mendeklarasikan diri.

“Pokoknya semua pasangan adalah baik dan tentu kita berdoa untuk semua. Mau ada dua pasang, tiga pasang, empat pasang,” tandasnya. (why)