Pilkada NTB, Dukungan PPP Terbelah Lagi

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Sikap politik dua kubu kepengurusan PPP NTB kembali berseberang jalan di Pilkada NTB. Kubu Djan Faridz yang kepengurusan wilayahnya dipimpin H. Muhammad, SH, akan mengarahkan dukungan ke H. M. Suhaili FT. Sementara, kubu Romahurmuziy di NTB, di bawah Hj. Wartiah, M.Pd, telah resmi mendukung duet TGH. Ahyar Abduh dan Mori Hanafi.

Setelah sempat ditunda dua hari, DPW PPP NTB kubu Romahurmuziy, akhirnya resmi menjatuhkan dukungan pada Rabu, 20 September 2017 lalu untuk Pilkada NTB 2018.

Kepengurusan PPP NTB yang berafiliasi ke Romahurmuziy itu resmi mengumumkan dukungannya ke paket pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, H. Ahyar Abduh-Mori Hanafi.

Surat Keputusan (SK) dukungan DPP PPP, Nomor 183/SK/DPP/W/VIII/2017, dibacakan langsung oleh Sekretaris DPW PPP NTB, Muhammad Akrie, yang menetapkan dukungan PPP di Pilkada NTB 2018, diberikan pada pasangan Ahyar Abduh dan Mori Hanafi.

Ketua DPW PPP NTB, Hj. Wartiah, dalam sambutannya mengungkapkan sembilan alasan partainya menjatuhkan dukungan pada pasangan Ahyar-Mori. Salah satunya yakni soal pengalaman dan kemampuan Ahyar Abduh untuk memimpin yang dinilainya sudah tidak diragukan lagi.

“Pak Ahyar itu sudah teruji, sejak tahun1994-2004 sebagai anggota legislatif, dan pengalamanya di eksekutif dari 2005 sampai 2010 sebagai Wakil Walikota Mataram, dan 2010 sampai sekarang sebagai Walikota Mataram. Jadi apalagi yang kita ragukan pada sosok beliau ini untuk memimpin NTB ke depan,” ujar Wartiah penuh semangat.

“PPP juga sudah jalan di seluruh kecamatan dan desa seluruh NTB. Masyarakat berkehendak cagub yang paling tepat menggantikan TGB (Dr.TGH.M.Zainul Majdi) adalah TGH Ahyar,” sambungnya.

Pada saat itu juga, Wartiah menyerukan pada seluruh jajaran dan kader Ka’bah, untuk tidak ragu lagi bergerak memenangkan paket pasangan Ahyar-Mori. Sebab, paket ini sudah tidak ada keraguan lagi untuk tampil bertarung di Pilkada 2018. Karena dengan dukungan Partai Gerindra dan PPP saja, syarat menimal jumlah kursi pendaftaran di KPU sudah dapat dipenuhi.

“Kami komitmen mendukung paket ini. Kami tidak ingin main-main, tetapi serius, tidak ada lagi pertanyaan. Untuk itulah kenapa PPP ingin mencuri start lebih awal. Karena PPP tidak ingin ada keraguan, kita ingin menang terhormat,’’ ucapnya.

Sementara itu, bakal calon Gubernur NTB, H. Ahyar Abduh dalam sambutannya, menyampaikan terimakasinya yang sangat tinggi kepada PPP yang telah memberikannya dukungan. Menurut Ahyar, dukungan PPP tersebut, telah memberikannya satu kepastian pada dirinya, pendukung dan masyarakat untuk mulus melaju sampai tahap pendaftaran di KPU.

“Bagi kami, dengan keluarnya SK ini, adalah satu keputusan politik yang memperjelas sikap dan jawaban dari parpol. Ke mana arah dukungan parpol, dalam hal ini PPP merupakan parpol pertama yang mengeluarkan SK Cagub. Untuk itu kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya,” ucap Ahyar.

“Inilah starting point bagi kami. Untuk melakukan kegiatan politik menuju kemenangan di Pilkada NTB. Oleh karena itu, kami akan pertangungjawabkan amanh dari PPP ini,” sambungnya.

Penyerahan SK dukungan PPP terhadap pasangan bakal Cagub-Cawagub Ahyar Abduh dan Mori Hanafi, tersebut dilangsungkan di Kantor DPW PPP NTB, Jalan Majapahit. Kegiatan tersebut selain dihadiri oleh seluruh kader dan Ketua DPC PPP se Kabupaten/Kota NTB, juga dihadiri oleh sejumlah petinggi Partai Gerindra, seperti, Sekertaris DPD, Muhammad Sakdudin, dan anggota Fraksi Gerindra di DPRD NTB.

Muhammad Dukung Suhaili

Di waktu yang nyaris bersamaan, DPW PPP NTB kubu Djan Faridz menegaskan akan mendukung pencalonan Ketua DPD Partai Golkar NTB, H. M. Suhaili FT, SH, di Pilkada NTB 2018 mendatang. Hal itu ditegaskan Ketua DPW PPP NTB kubu Djan Faridz, H. Muhammad, SH saat menerima kunjungan rombongan pengurus DPD Partai Golkar NTB, Rabu, 20 September 2017.

Hadir dalam pertemuan itu, Ketua Harian DPD Partai Golkar NTB, Ir. H. Misbach Mulyadi, bersama sejumlah pengurus teras DPD Partai Golkar NTB seperti Drs. H. Abdul Hafidz, Mau’ud Adam, Mufti Murad, dan sejumlah pejabat teras lainnya.

“Kami sudah putuskan untuk mendukung Pak Suhaili. Kami sudah melakukan serangkaian pertemuan dengan Golkar. Dan kita intens, Golkar bertemu dengan saya. Makanya kami putuskan untuk mendukung Suhaili,” tegas H. Muhammad dalam kesempatan tersebut.

Menurut Muhammad, saat ini rekomendasi untuk menerbitkan SK resmi dukungan PPP Djan Faridz kepada Suhaili sudah diajukan ke DPP PPP.

Muhammad mengakui, saat ini PPP memang masih memiliki kepengurusan ganda. Di NTB, saat ini ada dua kepengurusan, yaitu kubu Dra. Hj. Wartiah, M.Pd yang berkiblat pada kepemimpinan Romahurmuziy dan kepengurusan di bawah kepemimpinannya, yang terafiliasi ke Djan Faridz.

Saat ini, kedua kubu juga masih sama-sama menunggu proses hukum atas sengketa yang belum juga tuntas. Namun, Muhammad meyakini, pihaknya masih bisa menjadi bagian dari kekuatan koalisi pengusung Suhaili di Pilkada 2018 mendatang.

“Kalau kita bicara jujur, sebenarnya Pilkada ini masih ada waktu yang luang. Karena pendaftaran Januari. SK itu biasanya, pengalaman kita, SK itu, keluarnya ketika besok akan pendaftaran, baru SK keluar. Ini terjadi juga di Pilkada 2015,” ujarnya.

Muhammad optimis, pada Januari nanti, pihaknyalah yang bisa menjadi pemilik legalitas dukungan untuk Pilkada 2018. “Insyaallah kita akan berjalan bersama Golkar. Karena ini hubungan yang sudah intens, sudah terjalin lama,” tegas Muhammad yang disambut tepuk tangan para pengurus Golkar.

Sementara itu, Misbach Mulyadi pun menegaskan harapannya untuk bisa mendorong koalisi yang lebih besar lagi dalam mendukung Suhaili selaku figur yang sudah resmi mengantongi dukungan DPD dan DPP Partai Golkar di Pilkada NTB 2018.

“Titip salam Pak Suhaili, ada arahan dari Pusat, Bapak Nurdin Halid, sudah mengarahkan bahwa PPP (kubu Djan Faridz) harus bisa diikutsertakan dalam koalisi mendukung Pak Suhaili,” ujarnya.

Menurut Misbach, harapan yang disampaikan Muhammad itu tentu akan ikut menjadi angin segar bagi pihaknya. Karena itulah, ia berharap pada Januari 2018 mendatang, arah angin politik memang telah mengarah pada tercapainya harapan tersebut.

“Tentu apa yang menjadi harapan Pak Muhammad di PPP juga akan menjadi harapan kami. Semoga besok, Ketua Umum PPP, bapak Djan Faridz bisa ikut mengantarkan SK untuk Bapak Suhaili mendaftar ke KPU sebagai Calon Gubernur NTB 2018,” pungkasnya. (ndi/aan)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.