Fauzan Khalid Akui Hampir Pasti Berduet dengan Sumiatun

Mataram (Suara NTB) – Bakal calon (balon) petahana Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid, M.Si, mengaku sangat optimis untuk lolos tampil kembali di pilkada Lobar 2018. Bersama dengan bakal calon wakil bupati, Hj. Sumiatun. Dia menegaskan sampai saat ini telah mengantongi dukungan dari lima partai. Sehingga syarat dukungan untuk mendaftar di KPU pada Januari tahun 2018 nanti sudah melebihi dari yang disyaratkan.

Demikian ditegaskan oleh Fauzan Khalid saat dikonfirmasi usai pembukaan Rapat Kerja Wilayah Khusus (Rakerwilsus) DPW Partai Nasdem NTB di Hotel Jayakarta, Selasa (29/8). “Yang jelas sudah melebihi dari syarat,” ujar Fauzan pada wartawan.

Ketika diminta untuk menyebutkan partai-partai yang sudah ia dapatkan, Fauzan menolak untuk membeberkannya. Ia beralasan, karena merasa tidak elok jika dia yang menyebutkan. Tapi akan lebih pantas jika partai itu sendiri yang menyebutkan arah dukungannya.

“Saya tidak ingin disebut mengklaim dukungan partai, oleh karena itu yang paling tepat dan berhak mengekspose, kemana arah dukungan pada siapa itu, adalah partai itu sendiri. Karena saya ini sering dituduh tidak menghargai orang dalam konteks dukungan, meskipun itu sudah positif. Oleh karena itu lebih baik mereka yang sampaikan,” ujarnya bijak.

Sementara untuk bakal calon pasangannya, Fauzan mengaku sudah final dengan Ketua DPD II Partai Golkar Lobar, Hj. Sumiatun, SH yang juga kini tengah menjabat sebagai Ketua DPRD Lobar.

“Insya Allah dengan Sumiatun, bisa dibilang sudah 70-80 persen dengan Sumiatun,” ujarnya.

Ditegaskannya, dirinya dengan Sumiatun sudah tidak dapat diganggu gugat lagi. Sebab dirinya sudah final untuk berpasangan dengan jargon Sopok Angen, dan sudah diiyakan oleh sejumlah partai pendukungnya.

“Kalau saya menyebutkan sudah nyaris klop, kalau pun tidak itu hanya takdir Tuhan yang bisa melakukannya. Makanya kita sediakan celah untuk takdir Tuhan, karena sebaik apapun kita rencanakan itu, hanya takdir Tuhan yang menentukannya, dan apa pun itu, misalnya saja orang merarik (menikah),” tegasnya. (ndi)