“Sopoq Angen” dengan Fauzan, Ini Tanggapan Sumiatun

Giri Menang (Suara NTB) – Ketua DPD II Golkar Lombok Barat (Lobar), Hj. Sumiatun mengaku nyambung berduet dengan H. Fauzan Khalid yang kini menjabat sebagai Bupati Lobar. Selama bermitra beberapa tahun terakhir, hubungannya dengan eksekutif, khususnya bupati sangat terjalin baik, sehingga ia pun tak ragu lagi untuk maju sebagai pendamping Fauzan Khalid.

“Siap, sudah positif dengan Pak Fauzan “Sopoq Angen”. Kenapa tidak minger (paham-paham, red) kalian ini? Selama ini, kan saya sopoq angen dengan Pak Fauzan,” jawabnya, Selasa, 1 Agustus 2017.

Disinggung, jika dirinya selama ini dinilai abu-abu (bimbang) berbicara terkait dirinya maju mendampingi Fauzan, Hj. Sumiatun yang juga Ketua DPRD Lobar ini menyangkalnya. Dalam hal ini, dirinya sangat serius berdampingan dengan H. Fauzan Khalid. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya baliho yang dipasang di mana-mana dan fotonya bersanding dengan foto Fauzan Khalid.

Menurutnya, duetnya dengan petahana adalah tanda-tanda akan membawa Lobar lebih cemerlang ke depan. Bahkan ia sesumbar, duetnya bakal membawa Lobar lebih berprestasi. Terkait pergerakannya turun ke masyarakat, politisi asal Sekotong ini, mengaku telah memulai. Dirinya turun masif tidak saja di Sekotong saja, namun secara keseluruhan. Sebab berbicara basis, semua harus dirangkul baik utara, tengah dan selatan yang tak lain wilayah asalnya sendiri.

Sebelumnya kandidat sekaligus petahana H. Fauzan Khalid secara terang-terangan mengakui secara personal sangat cocok dengan Ketua DPRD Lobar, Hj Sumiatun. Baik dari sisi geografis (geopolitik) bagus perpaduannya yakni antara utara (Batulayar)-selatan (Sekotong).

Selain itu, dari sisi gender ada laki-laki dan perempuan sangat bagus, namun untuk menetapkan pasangan ini nanti ditentukan oleh parpol pengusung.

Tetap Didukung Golkar
Ketika ditanya saat namanya tidak termasuk dalam salah satu usulan DPD I Partai Golkar NTB ke pusat, politisi asal Sekotong ini menegaskan selaku ketua partai dirinya pasti berpeluang didukung Golkar. “Saya ini ketua partai, nama yang dimasukkan itu adalah yang menjadi bupati semua dilanjutkan ke pusat melalui provinsi,” jawabnya.

Dirinya berkelit, jika saat mendaftar di Golkar mengambil posisi calon wakil bupati. Diakuinya, dirinya mendaftar di dua posisi, yakni bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup). Namun, dirinya menghapus pendaftaran di posisi bacabup, sehingga hanya mendaftar sebagai bacawabup saja. Ia mengklaim, jika dirinya mendaftar sebagai bacabup, pasti namanya ikut naik ke DPP.

“Kita harus cerdas dalam hal politik ini,” ujarnya.

Tidak masuknya nama Ketua DPD II Partai Golkar ini untuk diusulkan ke DPP dibenarkan Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi (Kominfo) DPD I Golkar NTB, Chris Parangan. “Jadi untuk Pilkada Lobar DPD I Golkar telah memutuskan untuk finalis bacabup Pilkada lobar 2018-2013, itu satu H. M. Izzul Islam, Nauvar F Farinduan, Sajim Sastrawan dan Fauzan Khalid, itu ranking nama yang dikeluarkan DPD I. Dari empat finalis bacabup Golkar ini tidak masuk nama Hj Sumiatun, ” katanya.

Nama-nama ini, ujarnya, dibahas dalam rapat Tim Pilkada Nasional di DPP. Dari DPD I Partai Golkar NTB dihadiri langsung H. Misbah Mulyadi selaku Ketua Tim Pilkada Golkar NTB dan Hj. Baiq Isvie Rupaeda selaku Sekretaris DPD I Golkar NTB.

Terkait alasan nama Hj. Sumiatun tidak masuk finalis, Chris menegaskan ini adalah hasil keputusan DPD I berdasarkan proses yang telah dilakukan DPD I. Sebab proses ini tidak saja menilai satu item, namun banyak item, sehingga nama-nama yang dikirim ini pun muncul.

Terkait Hj. Sumiatun yang mencalonkan diri sebagai bacawabup, Chris Parangan enggan menjawab. Sebab yang dibahas untuk dikirim ke DPP adalah bacabup, bukan bacawabup. Menurutnya untuk memilih tidak bisa dilihat dari sisi jabatan saja, namun didasarkan pada kajian kapasitas, elektabilitas, kapabilitas. (her)