Pilkada Lobar 2018, Ibnu Salim Berpeluang Rebut Dukungan Golkar

Giri Menang (Suara NTB) – Fungsionaris Pusat Partai Golkar, Chris Parangan, SE,M.AP menyatakan figur Bupati Lombok Barat Ibnu Salim dan H. L. Sajim Sastrawan sangat berpeluang merebut dukungan Golkar pada Pilkada 2018 nanti.

Kedua figur ini berpotensi besar diusung Golkar, apabila ketua DPD II Golkar Lobar, Hj Sumiatun tidak maju pada pilkada nanti. Sebab jika Ketua DPRD ini maju, bisa dipastikan tidak perlu disurvey dan proses pendaftaran Golkar pasti mengusung Hj. Sumiatun.

“Figur Ibnu dan Sajim berpotensi besar merebut dukungan Golkar, apabila ketua DPD II Golkar Lobar Hj. Sumiatun tidak maju pada pilkada nanti,” jelas Ketua Media Center Suhaili Cagub NTB 2018 ini kepada Suara NTB kemarin.

Akan tetapi kata Chris, jika Hj Sumiatun menyatakan maju maka tidak perlu survey ataupun proses pendaftaran di Golkar. Sebab bercerita kader golkar, maka yang lain dengan segala hormat pasti mendukung Hj. Sumiatun sebab paling layak diusung Golkar.

Disamping itu, posisi Hj Sumiatun sendiri selain ketua DPRD juga menjabat ketua DPD II Golkar Lobar. Sehingga ketua-lah yang berpeluang sangat besar.

Menurut caleg DPRD NTB Dapil Lobar-KLU ini, dari sisi kepribadian dan keluarga termasuk dukungan suaminya, Miq Dar. Sehingga jika Hj. Sumiatun berniat maju dalam kontestasi Lobar maka tidak perlu lagi proses pendaftaran, sebab orang yang mendaftar dinilai kurang layak menggantikan posisi Hj Sumiatun untuk maju pada Pilkada Lobar.

“Bu Atun satu-satunya kader Golkar yang paling layak, orang banyak juga tahu kalau bu Atun itu kader yang paling layak mewakili Golkar,” jelas Chris.

Namun jika Hj. Sumiatun tak maju pada pilkada nanti tentu pilihannya dua figur yakni Sajim dan Ibnu sangat berpeluang besar diusung Golkar meskipun ada kader Golkar yang lain. Sebab dari unsur bibit, bebet dan bobot mereka berdua lebih berpeluang.

Kedua kader ini juga sudah bertemu dan memiliki hubungan yang baik dengan H Suhaili, Ketua DPD I Golkar. Selain itu, Ibnu Salim yang pernah menjabat Penjabat Bupati Loteng salah satunya atas rekomendasi Suhaili.

“Jadi antara Ibnu dan Suhaili sudah ada benang merah. Mereka sudah punya simpul-simpul kedekatan,” kata Chris. Terkait banyak kader Golkar yang berebut dukungan Golkar, sebut saja TGH Muammar Arafat, Nauvar F Farinduan, Umar Said dan Hj. Sumiatun sendiri, menurutnya sah-sah saja.

Menurutnya, kalau Hj Sumiatun tidak berniat maju maka dua figur tersebut dinilai lebih berpeluang diusung Golkar dibandingkan tiga kader tersebut. Pertimbangannya, kedua figur ini putra-putra terbaik Lobar yang ada di tataran elit birokrasi NTB. Sebab menurutnya bagaimana kader Golkar yang banyak di Negara ini, namun partai Golkar merupakan partai pertama yang mengusung capres yang bukan kader Golkar.

Seperti pengusunan Presiden Joko Widodo, artinya Golkar bisa sebagai partai flexibel. Partai ini juga jelasnya partai rasional, yang melihat figur nanti pada pilpres 2019 ternyata bukan ber-KTA Golkar yakni Joko Widodo, bahkan PDIP sebagai partainya sendiri belum berani memutuskan. Tapi Golkar rasional berfikir,“tegasnya. (her)