Target Jadi Partai Papan Atas, Pilkada NTB dan Pilkades Serentak Jadi Pemanasan Politik PKS

Dompu (Suara NTB) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan sebagai partai papan atas pada pemilu legislatif (Pileg) 2019 mendatang dengan target 12 persen suara atau 5 kursi DPRD Kabupaten Dompu. Soliditas internal dan bekerja dalam melayani masyarakat menjadi kunci kesuksesan. Pemilihan kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2017 dan Pilgub NTB tahun 2018 akan menjadi ajang untuk pemanasan mesin politik PKS.

 

Pada Rakorda ini juga dilaksanakan peluncuran pusat Khidmat DPD PKS Kabupaten Dompu yang dilaksanakan Pengurus DPW PKS Dompu, Abdullah, S.Kel, Ketua DPD PKS Dompu, Nasaruddin, SH dan didampingi anggota fraksi PKS DPRD Dompu, Mahmud, S.Pd. Kegiatan Rakorda ini terlihat berbeda dari kebanyakan partai politik. Karena ada pameran yang berisi agenda dan kegiatan PKS di masing – masing bidang.

Penampilan tari dari siswi TKIT Bina’ul Insan, seni bercerita dari siswi SDIT Al Hilmi yang meraih juara Provinsi dan akan mewakili NTB pada Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) Nasional di Banjarmasin, lomba mewarnai tingkat TK dan SD juga mengisi kegiatan Rakorda PKS Dompu. Kegiatan donor darah dari kader PKS untuk memenuhi stok darah RSUD Dompu juga dilaksanakan dan berhasil terkumpul 20 kantong darah.

Ketua DPD PKS Kabupaten Dompu, Nasaruddin, SH pada acara rapat koordinasi daerah (Rakorda) DPD PKS Kabupaten Dompu di gedung PKK Dompu, Minggu, 30 April 2017 mengungkapkan, saat ini PKS Kabupaten Dompu telah berada di deretan partai menengah dan pada pemilu 2019 mendatang akan menjadi partai papan atas dengan terget 12 persen suara atau 5 dari 30 kursi DPRD Dompu.

“Target PKS menjadi partai papan atas di Kabupaten Dompu dengan raihan 12 persen (suara) atau lima anggota Dewan. Karena kita ingin merebut pimpinan daerah di Pilkada 2020,” kata Nasruddin.

Soliditas kader yang dimiliki dan kerja kader PKS dalam melayani masyarakat yang terus dipertahankan akan menjadi kunci kesuksesan dalam meraih target – target pemenangan. Dengan tahapan kerja yang jelas dan terukur, PKS semakin optimis.

“Karena kita ingin merebut pimpinan daerah di Pilkada 2020 mendatang,” ungkapnya.

Karenanya, kata Nasaruddin, pada 2017 ini fokus kerja PKS pada penguatan melalui penokohan struktur dan kader, berkhidmat (melayani) untuk rakyat melalui struktur dan kader, dan mengedukasi masyarakat untuk pendidikan politik. “Ketika itu bisa dijalankan, maka PKS akan semakin kokoh dan kuat, pada saat yang sama diterima dan lebih kuat di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia pun mengungkapkan, PKS saat ini sudah berusia 19 tahun dan pada awalnya bernama Partai Keadilan (PK). Kehadiran PKS di tengah masyarakat dengan kesungguhan hari untuk membantu masyarakat dan ini terlihat dari kerja – kerja kader PKS yang menjadi pejabat publik maupun melalui struktur partai. Hasil kerja PKS, di Pilkada DKI Jakarta pada 19 April 2017 lalu berhasil mengantarkan pasangan Anis Baswedan – Sandi Salahuddin Uno (Anis-Sandi) sebagai Gubernur dan wakil Gubernur DKI periode 2017 – 2022. “Kemenenagan di DKI Jakarta mengantakan pasangan Anis – Sandi sebagai Gubernur dan wakil Gubernur menjadi energi besar untuk merebut NTB di Pilkada 2018,” tegasnya.

Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi, SE, MM yang diwakili oleh Abdullah, S.Kel dalam sambutannya mengungkapkan sejarah lahirnya PKS yang awal pendiriannya dengan nama Partai Keadilan (PK) di tahun 1998 dan diklarasikan 20 April di masjid Al Azhar Depok Jawa Barat. Pada proses pemilu, terjadi pasang surut dukungan. Hasil Pemilu 1999, PK hanya mendapat dukungan 1,36 persen. Karena tidak mencapai parliament treshhold (PT), sehingga harus membentuk badan hukum baru dan mengikuti proses verifikasi ulang. Hasil Pemilu 2004 dengan nama PKS mendapat dukungan 7,34 persen dan 2009 mendapat dukungan 7,88 persen, namun pada pemilu 2014 dukungan yang diraih sebanyak 6,79 persen. Pada Pemilu 2019 mendatang, PKS menargetkan secara nasional 12 persen. “Ini menjadi tanggungjawab kita semua membesarkan partai dengan segala usaha dan ikhtiar yang ada,” kata Abdullah.

Untuk mencapai target politik tahun 2019, PKS akan memanaskan mesin politiknya melalui dua agenda politik yaitu Pemilihan Gubernur (Pilgub) tahun 2018 dan agenda politik lokal di pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2017. Pada Pilkada NTB, calon yang diusung PKS harus menang dan PKS optimis dengan kerja – kerja pemenangannya.

Pada Pilkades serentak, di Dompu ada 37 Desa yang akan menyelenggarakan Pilkades dan PKS menargetkan akan memenangkan 10 persen calon kepala Desa. “Jadi, PKS ini akan ikut serta juga di Pilkades dengan mengusung kader atau orang lain. Karena ini menjadi bagian dari kerja politik untuk pendidikan politik bagi masyarakat,” katanya. (ula/*)