Dari Rapimnas Partai Demokrat

Ini Pesan SBY Tentang Keadilan, Kebhinnekaan, dan Kebebasan

Jakarta (Suara NTB) – Pidato Dies Natalis 15 yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, menjadi penutup rangkaian kegiatan Rapimnas Partai Demokrat di JCC Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Februari 2017. Melalui pidato tanpa teks yang disampaikannya selama lebih dari satu jam itu, SBY menggarisbawahi tiga tema besar, yaitu keadilan, kebinekaan dan kebebasan.

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Agus-Sylvi, bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. M. Zainul Majdi.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) juga menjadi salah satu tokoh Partai Demokrat yang hadir dalam kegiatan monumental ini. Dalam sejumlah kesempatan, TGB beberapa kali mendapatkan perhatian khusus dari para peserta Rapimnas. Di awal acara penutupan Rapimnas misalnya, TGB secara khusus disebut namanya oleh pembawa acara dan kemudian mendapatkan tepuk tangan meriah dari puluhan ribu kader Partai Demokrat yang hadir.

Sementara itu, dalam pidatonya, SBY mengulas tema keadilan dengan menyoroti pentingnya Negara menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. SBY mengingatkan pentingnya menghadirkan konsep keadilan dan kemakmuran secara berimbang. “Tidak ada artinya makmur, tapi tidak adil.. Makmur bersama bukan makmur sendiri-sendiri,” serunya.

Baca juga:  Demokrat Siapkan Lawan untuk Calon Petahana KSB

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono tampak bertepuk tangan sementara Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. M. Zainul Majdi, melambaikan tangan menyapa peserta Rapimnas Partai Demokrat.

Sementara itu, terkait tema kebhinekaan, SBY menyerukan perlunya Negara menjauhi sikap memusuhi suku, agama, rasa atau golongan tertentu.

“Mari taburkan kasih sayang. Jangan saling membenci dan mari hormati semua etnis dan suku bangsa di negeri ini. Di Indonesia tak perlu ada kebencian terhadap kaum diaspora dari Negara manapun. Mereka semua adalah bangsa kita, Bangsa Indonesia. Bukan Bangsa Tiongkok, bukan Bangsa Arab, bukan Bangsa India dan lain-lain,”

Terkait tema kebebasan, SBY menegaskan bahwa Negara Indonesia pernah berada dalam situasi dimana Negara kerap membungkam aspirasi rakyatnya sehingga melahirkan situasi Negara yang tidak demokratis. Karena itulah, ia mengingatkan pemerintah untuk tidak kembali pada situasi tersebut.

Suasana Rapimnas Partai Demokrat di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa, 7 Februari 2017.

Terakhir, SBY mengutarakan harapannya terkait Partai Demokrat sebagai partai yang didirikan dan dibesarkannya. Ia menyerukan kepada para kader Demokrat dan rakyat Indonesia untuk tetap memegang teguh jalan kebenaran.

Baca juga:  Demokrat Siapkan Lawan untuk Calon Petahana KSB

“Izinkanlah saya selaku pemimpin Partai Demokrat memohon doa restu seluruh rakyat masyarakat Indonesia. Semoga Partai Demokrat bisa ikut mewujudkan aspirasi rakyat Indonesia menuju masa depan Indonesia yang gemilang. Dengan senang hati Partai Demokrat bersedia dan sungguh ingin mendengarkan aspirasi rakyat Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, perjalanan Partai Demokrat masih panjang. “Kami juga harus terus berbenah dan membangun diri agar menjadi partai politik yang berkarakter dan berkualitas. Kontributif terhadap Negara dan tetap dekat dengan rakyat,” pungkasnya.

TGB, menegaskan bahwa pidato politik SBY yang menyinggung tiga tema besar, yaitu keadilan, kebinekaan dan kebebasan memang sangat penting untuk dicermati di saat seperti ini.

“Beliau tetap punya kepedulian untuk mengingatkan kita semua terhadap konsep-konsep dasar yang mengikat kita sebagai sebuah bangsa. Bagaimana kita memaknai keadilan yang sebenarnya, bagaimana kita memahami kebinekaan, tentang kebebasan. Saya pikir tidak banyak pemimpin atau tokoh bangsa kita yang masih concern, masih memikirkan dengan sungguh-sungguh. Tapi tidak hanya berpikir tentang politik dalam arti kekuasaan tapi juga mengingatkan kita tentang konsep yang mengikat kita, yang sangat penting untuk kita pahami,” ujarnya. (aan/*)