Kesadaran Lemah, KPPD Provinsi NTB Dorong Keterlibatan Politik Pemuda

0
55

Mataram (suarantb.com) – Mayoritas pemuda masih apatis terlibat langsung dengan hal-hal yang berbau politik. Mereka seolah-olah alergi mendengar bahkan sekedar membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan politik.

Persepsi anak muda dalam memandang politik tersebut adalah sesuatu yang kurang baik terutama dalam pendewasaan berpolitik ke depan. Kenyataan itu juga tidak mengherankan jika banyak anak muda yang enggan terlibat dalam pengambilan kebijakan pemerintah yang bersifat politis.

Salah satu contoh paling nyata dari rendahnya minat generasi muda untuk terlibat politik tersebut bisa dilihat dari rendahnya tingkat partisipasi pemuda dalam setiap penyelenggaraan Pikada. Mereka menjadi penyumbang terbesar angka golput dalam setiap momentum pilkada.

Hal ini cukup menghawatirkan bagi bangsa ini, sebab para generasi muda yang notabene calon-calon pemimpin masa depan, enggan untuk membicarakan kesejahteraan masyarakat dalam bentuk melibatkan diri secara aktif dalam politik.

Hal tersebut disampaikan salah seorang anggota Komunitas Peduli Pemilu Daerah (KPPD) Provinsi NTB, Siti Fatimah saat dikonfirmasi suarantb.com terkait partisipasi pemuda pada Pilkada NTB 2018 mendatang. Menurut Fatimah, salah satu peran pemuda adalah untuk melakukan perubahan. Upaya perubahan yang bisa dilakukan oleh para pemuda, yakni dengan ikut berpartisipasi mendorong suksesnya pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Kalau bukan kita para generasi muda yang akan melakukannya, lalu siapa lagi, generasi muda memiliki tanggungjawab. Karena kitalah yang akan melanjutkan kepemimpinan. Sehingga kalau tidak kita persiapkan diri dari sekarang, bagaimana kita akan bisa siap kelak untuk melanjutkan perjuangan,” ujarnya, Jumat, 9 Desember 2016.

Mahasiswi IAIN Mataram ini lebih jauh mengatakan kondisi masyarakat saat ini begitu memprihatinkan. Kesenjangan antara masyarakat kaya dan miskin masih sangat tinggi. Hal itu, lanjut Siti tidak lepas dari kinerja para pemimpin bangsa yang tidak memiliki visi menyejahterakan masyarakat. Yang terjadi justru sebaliknya, lebih mendahului kepentingan dan kebutuhan pribadi dan golongan. Korupsi dan kolusi akhirnya merebak dimana-mana, dan masyarakat menjadi semakin sengsara.

  Polres Loteng Gandeng LPA Tangani Kasus Dugaan Pencabulan Anak

“Untuk itu kita pemuda harus mengambil peran untuk melakukan perubahan sampai kapan kita akan tutup mata dengan kondisi masyarakat yang seperti ini,” ujar Fatimah.

KPPD NTB dalam praktiknya juga bekerjasama dengan KPU NTB ini mulai rutin turun kemasyarakat untuk melakukan sosialisasi dan pendidikan politik. Hal itu dilakukan dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya para generasi muda pada Pilkada NTB 2018 mendatang. (ast)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here