Pilgub 2018, Amin Tak Permasalahkan Minimnya Kursi Nasdem di DPRD NTB

Mataram (suarantb.com) – Ketua DPW Partai Nasdem yang saat ini menjadi Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H. Muh. Amin, SH, M. Si mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan minimnya jumlah kursi partai Nasdem di DPRD NTB. Ia mengatakan untuk menjadi calon Gubernur jauh lebih penting elektabilitas dan popularitas figur.

“Kalau urusan kursi nggak usah tanya kursi berapa. Tinggal sama siapanya. Cuma saat ini timingnya belum,” ujar Amin, Senin, 21 November 2016.

Amin yang juga mantan anggota DPRD NTB ini menambahkan kurangnya jumlah kursi untuk diusung sebagai Calon Gubernur bisa disiasati dengan cara membangun koalisi. Dalam politik bukan hanya jumlah kursi yang penting, tapi seberapa besar kemampuan menjalin komunikasi politik lintas partai.
“Nasdem sekarang punya tiga, kalau Hanura lima, PDIP lima, sudah tiga belas kursi, selesai urusan,” katanya.

Politisi asal Sumbawa ini menegaskan pihaknya sampai saat ini belum menyatakan sikap apakah akan maju atau tidak pada Pilgub nanti. Hal itu dilakukan untuk tetap fokus dalam menjalankan amanah sebagi Wagub.

“Untuk Pilkada, Nasdem belum.

Semua sudah minta saya maju, tapi saya belum mau menjawab. Karena ada mekanisme partai yang harus dilalui dulu. Untuk saat ini saya ingin bekerja dulu,” jelasnya.
Amin menambahkan dirinya belum mengambil keputusan apapun terkait Pilgub 2018. Sebagai wakil rakyat di birokrasi, ia ingin mengabdi secara total tanpa kepentingan apapun. Selain itu, ada kekhawatiran ketika terlalu dini menyatakan sikap bisa menyebabkan perpecahan kepentingan di tubuh birokrasi dan masyarakat NTB. Dan ia selaku pimpinan birokrasi dan wakil rakyat NTB di pemerintahan tidak menginginkan hal tersebut terjadi.

“Saya bekerja dulu. Kalau saya nyatakan sekarang masyarakat bisa jadi terkotak-kotak. Saya jaga betul birokrasi dan masyarakat biar nggak terkotak-kotak. Karena kalau ada yang tidak setuju saya maju lagi kan repot jadinya. Biar saya fokus bekerja dulu,” paparnya.

Terlepas dari itu untuk komunikasi dengan partai politik maupun figur diakui Amin tetap berjalan. Tentu saja tidak secara formal.

“Kalau komunikasi politik sering kita lakukan. Itu kan sahabat semua,” tandasnya. (ast)