Ingat Usia, Farouk Muhammad Tidak Terlalu Berambisi Ikut Pilgub NTB

Mataram (Suara NTB) – Wakil Ketua DPD RI, Prof. Farouk Muhammad menegaskan sikapnya yang tidak akan terlalu berambisi untuk tampil di Pilgub NTB 2018. Farouk merasa dirinya sudah berusia cukup lanjut dan tidak lagi memiliki ambisi politik layaknya para politisi muda.

Kepada wartawan di Mataram, Minggu, 13 November 2016 siang, Farouk merasakan Pilgub NTB ini sebagai momentum suksesi yang hadir di fase akhir karir politiknya. Seiring usianya yang sudah memasuki fase lanjut, ia pun menyadari bahwa ambisi politiknya tentu sudah tidak lagi membara. Berbeda halnya dengan para politisi muda yang biasanya masih bergairah menyongsong agenda-agenda politik semacam ini.

Bagi Farouk, posisi apapun yang akan ia emban di masa depan bukan lagi persoalan utama. Melainkan, kontribusi apa yang ia bisa persembahkan di sisa kehidupannya. “Kan saya sudah tua. Saya ini (berpikir) ‘apa sih, yang terakhir di dalam hidup saya yang bisa saya persembahkan untuk daerah ini? Saya lebih terpanggil untuk itu,” ujarnya sembari mengulas senyum.

Meski demikian, Farouk tak sepenuhnya menutup pintu bagi kansnya tampil di Pilgub NTB 2018. Menurutnya, kans untuk tampil tentu saja masih terbuka. Saat ini, Farouk masih perlu menunggu bocoran hasil survai soal tingkat elektabilitas yang ia miliki dibandingkan kandidat-kandidat lainnya.

Jika hasil survai cukup baik, maka masih ada dua hal lagi yang perlu ia pertimbangkan. Hal pertama adalah terkait isyarat dari Allah SWT. Sebagai umat Islam yang hidup di daerah religius, Farouk menegaskan isyarat ini sangat penting maknanya. “Itu sangat kuat,”ujarnya.

Hal lain yang akan dipertimbangkan oleh Farouk adalah faktor pendanaan. Faktor ini bisa berkaitan dengan banyak hal lain. Mulai dari pendanaan di parpol, hingga bagaimana mengelola proses kampanye dan penguatan dukungan di masyarakat. Farouk juga merasa enggan jika harus “membayar” uang dalam jumlah tertentu hanya demi memperoleh dukungan parpol. “Kita lihat, apakah ada setoran atau tidak,”ujarnya.

Ia menambahkan, jika hal-hal tersebut terpenuhi, maka besar kemungkinan ia akan melanjutkan ke fase pencalonan yang lebih serius.

Sejauh ini, Farouk mengakui bahwa sudah sering berhadapan dengan pertanyaan soal apakah ia akan tampil di Pilgub NTB atau tidak. Setiap kali menemukan pertanyaan semacam ini dari masyarakat, mantan Kapolda NTB ini selalu menegaskan bahwa ia masih menunggu perkembangan yang terjadi.
“Kita lihat saja nanti. Yang penting sekarang saya perlu memaksimalkan amanah saya ini sebagai anggota DPD RI yang telah dipilih oleh masyarakat NTB,” pungkasnya. (aan)