Aksi 411 : TGB Bikin Istiqlal Bergemuruh, Belasan Anggota DPRD NTB Gabung

Mataram (suarantb.com) – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, ambil bagian dalam aksi 411 di Jakarta hari ini. Selain Gubernur yang akrab disapa TGB itu, belasan anggota DPRD NTB juga ikut dalam gerakan berskala luas tersebut.

Keikutsertaan Gubernur NTB dalam aksi tersebut terlihat dari sejumlah foto yang memperlihatkan dirinya diantara massa aksi. Mengenakan pakaian dan songkok putih serta kacamata hitam, TGB terlihat melayani sejumlah warga yang ingin berfoto dengannya.

Salah seorang staf DPR RI, Putra Adi Suryo yang dikonfirmasi suarantb.com mengutarakan, saat menjelang aksi ia mendapati adanya kejadian yang membuat dirinya bangga menjadi masyarakat NTB. “Saya kebetulan bersama TGB tadi,” ujarnya.

Ia menuturkan, ketika salat Jumat di masjid Istiqlal, pengurus masjid mengumumkan bahwa ada seorang Gubernur di Indonesia yang juga ikut menghadiri aksi 4 November ini. Gubernur yang dimaksud tak lain TGB yang merupakan Gubernur NTB. Menurut Suryo, massa begitu bergemuruh ketika mendengar nama TGB disebutkan.

“Ketika disebut nama Gubernur NTB, kemudian penuh, semua takbir. Padahal, ketika disebut nama-nama pejabat yang lain, itu awalnya tidak ada respon,” tutur Suryo. Sebagai bagian dari masyarakat NTB di Jakarta, Suryo mengaku bangga dengan kejadian ini. Ia menambahkan, TGB juga mengikuti langsung aksi massa tersebut.

Untuk diketahui, selain TGB, masyarakat dari berbagai latar belakang juga ikut dalam aksi yang digelar di Jakarta tersebut. Tak ketinggalan pula belasan anggota DPRD NTB. Mereka terlihat berbaur bersama ribuan massa aksi yang menuntut Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok diadili atas dugaan penistaan agama.

Salah seorang anggota DPRD NTB yang juga terlibat aksi 4 November Johan Rosihan, ST yang dikonfirmasi suarantb.com, Jumat, 4 November 2016, membenarkan jika dirinya bersama beberapa anggota DPRD NTB lainnya terlibat dalam aksi bela Islam jilid-II hari ini.

“Bang Nurdin, BJ, Baijuri, Pak Abdul Hadi, Pattimura, Yek Agil, Syamsudin Majid, Syafriansyah, Haji Hamja, Hadi Sulton, Hj. Warti’ah, Nasihuddin Badri, Abdul Karim, Mori, Sakduddin, Jaya, H. Iwan Surambian. Kayaknya masih banyak lagi,” ujar Johan saat ditanya siapa saja kalangan legislatif Udayana yang mengikuti aksi 4 November itu.

Menurut Johan aksi 4 November merupakan bentuk kepeduliannya sebagai umat Islam dan warga negara Indonesia untuk meminta pemerintah agar tidak pandang bulu dalam penegakan hukum.

“Dari pejabat eksekutif pusat dan daerah, kalangan DPR RI, DPRD dari berbagai daerah berbaur dengan para Ulama dan Umat. Mereka bersatu dalam satu isu, ada keadilan dan kedudukan yang sama di depan hukum,” katanya.

Menurutnya, pemerintah akan menyakiti hati banyak orang ketika tidak menegakkan hukum bagi Gubernur Jakarta Ahok. Ia meminta jangan sampai ada satu orang pun di Indonesia yang kebal dari hukum.

“Semoga Presiden dan penegak hukum tergerak hatinya, jangan lindungi satu orang dengan mengorbankan perasaan dan menyakiti mayoritas rakyat Indonesia,” katanya.

Ia juga menuturkan bahwa aksi bela Islam jilid-II berlangsung dengan damai dan tertib. Bahkan beberapa dari massa aksi tersebut memposisikan dirinya menjadi pemungut sampah dan penjaga taman yang dilewati para pendemo.

“Alhamdulillah dalam kemarahannya Umat tetap menjaga kedamaian. Aksinya damai, ada pasukan sampah ada yang jaga taman dan ada yang menjaga semangat aksi,” tuturnya.

Selain Johan, anggota DPRD NTB lainnya yang ikut dalam aksi bela Islam jilid-II M.Hadi Sulthon, S.Sos membenarkan jika beberapa anggota DPRD NTB banyak yang turun langsung pada aksi tersebut di Jakarta. Bahkan, Gubernur NTB Dr. TGH. M Zainul Majdi, MA, pun turut hadir dalam tuntutan yang sama.

“Iya banyak yang ikut. Pak gubernur juga ada,” kata Sulthon saat ditanya apakah anggota DPRD NTB banyak yang ikut turun pada aksi 411 tersebut. (ast)