LSM Sayangkan Bupati Lebih Prioritaskan OPD Dibanding Tatib

Giri Menang (Suara NTB) – Kalangan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Lombok Barat (Lobar) menyayangkan pernyataan Bupati Lobar H. Fauzan Khalid, S.Ag, M.Si yang lebih memprioritaskan sidang paripurna Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dibandingkan dengan rapat paripurna Raperda Tatib Pilwabup Lobar.

Dua LSM dalam hal ini Jarinkobar dan Kaukus Lobar Bangkit menyatakan tak sependapat dengan pernyataan orang nomor satu di Lobar tersebut.

Seperti disampaikan Ketua LSM Jarinkobar, Muhazam, menegaskan, Raperda OPD dan Raperda Tata Tertib (Tatib) Pemilihan Wakil Bupati (Pilwabup) Lobar sama penting. Meski OPD dianggap sejumlah pihak penting, masyarakat menilai tatib pilwabup juga tak kalah pentingnya.

“Dua raperda ini sangat penting. Kalau tidak penting, buktinya tidak mungkin Badan Musyawarah (Banmus) menjadwal untuk diadakan paripurna,” tegasnya.

Muhazam sendiri sangat memahami Raperda OPD sangat penting bagi pembangunan masyarakat Lobar. Karena tanpa kehadiran OPD KUA/PPAS dan APBD 2017 tidak bisa disahkan. Namun di sisi lain masyarakat juga sangat membutuhkan wakil bupati agar roda pemerintahan seimbang.

Muhazam mengkritik perilaku anggota DPRD Kabupaten Lobar sudah mempermainkan masyarakat Lobar dengan tiga kali gagalnya pembahasan tatib pilwabup. Seolah di dewan ada kepentingan dan seolah mempermainkan masyarakat. Padahal jelas-jelas bahwa pemilihan wabup itu perintah undang-undang.

Sementara itu, Ketua Kaukus Lobar Bangkit Nurzaini SH menyampaikan hal yang senada.  Menurutnya, paripurna dua Raperda itu harga mati. Karena itu, bupati seharusnya tidak hanya memprioritaskan OPD saja, tapi tatib pilwabup juga, karena menyangkut kepentingan masyarakat Lobar. “Paripurna Dua Raperda itu harga mati,” jelasnya. (her)