Lutfi Mulai Dijajaki Jelang Pilkada Kota Bima

Kota Bima (suarantb.com) – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan NTB, M. Lutfi menjadi salah seorang figur yang mulai dijajaki peluangnya untuk memimpin Kota Bima melalui Pilkada 2018 mendatang.

Adanya penjajakan itu diakui Lutfi saat dikonfirmasi suarantb.com, Rabu, 19 Oktober 2016.
Saat ditanyai soal apakah sudah ada yang melakukan penjajakan terhadap dirinya, Lutfi menegaskan jawaban yang mantap.

“Oh banyak, banyak,” ujarnya.

Meski mengakui banyaknya tawaran yang disodorkan kepada dirinya, namun politisi Partai Golkar ini masih mengelak saat ditanya lebih jauh soal sikapnya. Sebaliknya, ia malah menegaskan bahwa penentuan siapa yang diusung Partai Golkar sangat bergantung pada hasil survai.

Lutfi menjelaskan, penjajakan terhadap dirinya dilakukan tidak saja oleh mereka yang masuk dalam bursa pencalonan. Para tokoh parpol, diakuinya juga telah banyak yang membangun komunikasi dengan dirinya.

Jika demikian adanya, lantas konsesi macam apa yang dibahas dalam proses penjajakan tersebut? Lutfi tak menampik bahwa pembicaraan memang telah mengarah ke topik tersebut. Namun, menurutnya tidak ada politisi parpol atau figur yang meminta posisi tertentu dalam proses pembicaraan tersebut.
“Nggak ada partai yang minta, yang bargaining untuk minta wakil,” tandasnya.

Sementara terkait mulai munculnya calon-calon di Pilkada NTB, Lutfi yang juga mewakili Korwil Pemenangan Pemilu NTB Partai Golkar menilai hal itu sebagai perkembangan positif.

Nama-nama tersebut, termasuk nama Ketua DPD Partai Golkar NTB, H. M. Suhaili FT, nantinya akan dipetakan elektabilitasnya melalui mekanisme survai. “Siapa survai yang tertinggi itu Golkar akan pakai. Siapapun baik itu kader atau apapun kalau hasil survainya rendah tidak kita pakai.”

Lutfi menegaskan, dalam proses penjaringan yang dilakukan Golkar, semua pihak diberikan kesempatan yang sama. Termasuk jika ada dua kader Golkar yang sama-sama ingin tampil di Pilkada NTB 2018.

“Ini taktis saja. Artinya Partai Golkar tetap hari ini tidak beranilah mengambil langkah gegabah. Dia yang berhak ya dialah yang dapat (dukungan). Kalau siap dengan konsekuensi logis meninggalkan partai ya silakan saja,” ujarnya.

Lutfi meyakini, setelah dua periode tidak mendudukkan kadernya sebagai Gubernur NTB, pada Pilkada 2018 nanti adalah saatnya kader Golkar meraih kembali kedudukan tersebut. (aan)