Jelang Pilgub, Ahyar Makin Intensif Komunikasi dengan Parpol

Mataram (suarantb.com) – Menjelang kontestasi politik Pilkada NTB 2018 mendatang, H. Ahyar Abduh semakin intensif menjalin komunikasi dengan beberapa parpol. Ahyar pun mengakui dirinya terus mengadakan komunikasi dengan tokoh parpol nasional, kendati masih bersifat non-formal. Komunikasi yang dilakukannya juga dalam rangka membahas perkembangan perpolitikan di NTB.

Tidak hanya dengan parpol, namun Ahyar juga semakin gencar melakukan pendekatan kepada masyarakat. Ahyar mengatakan apa yang dilakukannya bertujuan untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat. Ia memanfaatkan waktu yang ada untuk melakukan silaturahmi dan merespons aspirasi masyarakat terkait Pilkada 2018 mendatang.

Baca juga:  Catatan Politik 2019, Rekonsiliasi Pasca-Pilpres dan Konsolidasi Politik Zul-Rohmi

“Saya diundang, ya saya hadir. Saya memanfaatkan waktu yang ada, selain harus sungguh-sungguh memfokuskan diri dengan amanah yang ada di Kota Mataram,” ungkap Walikota Mataram ini, Selasa, 11 Oktober 2016.

Terkait rencana pencalonannya dari luar Golkar, ia belum dapat memastikan. Sebab, Golkar memiliki mekanisme pencalonan berdasarkan hasil survei. Beberapa kader pun memiliki peluang pencalonan melalui Golkar, sehingga Golkar harus konsiten menggunakan hasil survei untuk menentukan kader yang akan diusung.

“Siapa yang hasil surveinya terbaik, paling diinginkan oleh masyarakat NTB, barangkali itulah yang akan diusung,” paparnya.

Baca juga:  Catatan Politik 2019, Rekonsiliasi Pasca-Pilpres dan Konsolidasi Politik Zul-Rohmi

Sementara ini ia belum bisa menentukan sikap mengenai pencalonan dirinya. Sebagai kader Golkar, ia mengaku tetap mengikuti aturan partai. Ia juga mengaku masih fokus memaksimalkan tanggung jawab yang diembannya saat ini sebagai Walikota Mataram.

Jabatan sebagai Walikota Mataram ini merupakan prioritas utama Ahyar. Mengingat jabatan tersebut belum genap setahun didudukinya dalam periode kedua, Ahyar mengaku harus mempersiapkan segala sesuatu untuk mengatasi berbagai persoalan di Kota Mataram. Terutama soal birokrasi dan pemantapan program-program yang akan dilaksanakan pada 2017 mendatang. (rdi)