Dinamika Kandidat Jelang Pilkada 2018 (8-Habis)

Ali BD, Kontroversi dan Anomali Politik NTB

0
139

Sejak sukses memenangkan Pilkada Lotim pada 2013 lalu, Sosok Dr. H. Moch Ali Bin Dachlan, SH, MH, sesungguhnya sudah langsung dispekulasikan untuk tampil sebagai kandidat kuat memimpin NTB di 2018. Ali BD adalah anomali dalam sistim politik kita yang begitu dipengaruhi oleh partai politik.

Keberhasilan Ali BD memenangkan Pilkada 2013 adalah fenomena yang jarang terjadi. Yang membuat suksesnya menjadi anomali adalah karena ia melaju ke Pilkada bukan melalui jalur partai. Ia memberikan bukti bahwa parpol bukanlah garansi untuk memenangkan hati rakyat. Terbukti, tanpa parpol, tokoh yang berpasangan dengan Haerul Warisin untuk mengusung duet bernama Alkhaer ini sukses mengemas perolehan suara 44,28 persen dan memenangkan Pilkada Lotim.

“Masyarakat sekarang ini tampaknya lihat figur,” ujar, Daeng Paelori, tokoh politik Lotim yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Lotim usai Ali BD dipastikan memenangkan Pilkada 2013 lalu.

Kemenangan Ali juga menjadi istimewa karena pesaing terkuat yang dihadapi di Lotim saat itu adalah duet incumbent, H. M. Sukiman Azmy – H. M. Syamsul Luthfi (Sufi). Duet Sufi ini mendapat dukungan penuh dari Nahdlatul Wathan (NW) pimpinan TGH. M. Zainul Majdi. Baik NW maupun Zainul Majdi merupakan dua aktor penting yang memiliki pengaruh cukup besar. Namun, dukungan penuh untuk Sufi ternyata juga tidak cukup kuat untuk membendung kokohnya basis pendukung Ali BD.

Berkaca pada fenomena Pilkada Lotim 2013 itu, tak heran jika saat ini cukup banyak pihak yang mulai menyebut Ali BD sebagai salah seorang kandidat utama untuk bertarung di 2018. Ia juga disebut-sebut telah melakukan sejumlah manuver di bawah permukaan untuk bersiap demi suksesi tersebut.

Namun, Ali BD sendiri sejauh ini selalu menghindar saat diminta berkomentar tentang Pilkada 2018.

Meski demikian, diamnya Ali BD tentu tidak membuat namanya  tak dihitung dalam bursa. Seperti diungkap pimpinan Pondok Pesantren Fadhilatul Hasanah Paokmotong, TGH. Adil Fadhil Thohir. Kepada Suara NTB, ia mengutarakan, Ali BD memiliki segudang pengalaman menjadi pemimpin daerah. Dua periode ia memimpin Lotim, daerah yang bisa disebut sebagai barometer politik NTB dilihat dari jumlah penduduknya yang begitu besar.

Faktor geopolitik sebagai figur asal Lotim ini tentu menguntungkan Ali BD di 2018 kelak. Saat ini, jumlah penduduk Lotim adalah yang terbesar dibanding seluruh kabupaten kota se-NTB. Penduduk Lotim saat ini mencapai 1,3 juta jiwa. Sebanyak dua pertiga penduduk NTB berada di Gumi Selaparang ini. Besarnya jumlah penduduk sudah pasti berbanding lurus dengan masalah yang dihadapi. Namun, sejauh ini Ali tampaknya cukup sukses mengelola masalah yang ada.

Kontroversi mungkin telah menjadi ‘nama tengah’ Ali BD. Namun, berbagai pernyataan maupun kebijakan kontroversialnya tampaknya tidak pernah benar-benar melahirkan ancaman serius terhadap kepemimpinannya.

Bupati Ali BD dengan kebijakan-kebijakannya dianggap telah memahami Lotim. Segala kebutuhan rakyat terjawab. Harapannya, tidak saja Lotim yang dipimpin oleh Ali BD yang kerap disebut sang pendobrak itu. Namun seluruh masyarakat NTB. Hasil ikhtiar TGH Adil meyakinkan, Bupati Lotim ini bisa menjadi Gubernur NTB.

Meski diketahui saat ini tidak memiliki parpol sebagai kendaraannya, namun TGH Adil meyakini, Ali akan terangkat menjadi Gubernur dengan rakyat sebagai kendaraannya. “Kendaraannya rakyat dan masyarakat,” tegasnya.

Sejumlah kandidat diketahui mulai memainkan gendangnya masing-masing untuk menuju NTB satu. Ali BD sendiri terlihat tenang-tenang saja. Menurut TGH Adil, itulah gaya politik Ali. Penuh dengan ketenangan dan tidak tergesa-gesa dalam berpolitik. Kandidat-kandidat lain dipersilahkan saja untuk untuk mempersiapkan diri mengikuti pertarungan politik.

Pimpinan Ponpes Fadhilatul Hasanah ini menuturkan, para jemaahnya tidak saja dari Lombok Timur namun juga dari Lombok Tengah sudah menyampaikan harapannya agar bisa dimimpin oleh Ali BD di NTB. Kebijakan-kebijakan Bupati Lotim yang sangat perhatian terhadap masyarakat miskin membuat daerah lain cukup iri.

Keberpihakan yang sangat besar terhadap rakyat miskin ini diketahui hanya ada di Lotim. “Jemaah yang saya datangi ini iri dan merindukan Ali BD ini menjadi Gubernur agar bisa merasakan kebijakannya yang berpihak kepada rakyat kecil. Tidak saja di perkotaan, tapi juga di daerah-daerah terpencil,” imbuhnya. (rus/aan)