Dinamika Kandidat Jelang Pilkada 2018 (5)

Deteksi Peluang, Ahyar Berencana Lakukan Survei

BEBERAPA waktu terakhir, di media sosial muncul stiker dukungan terhadap Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh sebagai salah satu kandidat bakal calon Gubernur NTB pada Pilkada 2018 mendatang. Terhadap penyebaran stiker ini, Ahyar mengaku tidak tahu dan tidak pernah memerintahkan siapapun untuk membuat stiker semacam itu.

Tak hanya kemunculan dukungan dalam bentuk stiker, namun banyak warga dan tokoh masyarakat yang datang langsung kepadanya menanyakan kepastiannya apakah akan melenggang dalam kontestasi politik 2018 nanti. Bukan hanya warga Kota Mataram, tapi juga dari berbagai daerah di NTB. “Hampir dari seluruh kabupaten/kota di NTB ada saja datang pada saya. Bahkan sudah ada yang mulai bicara di kelompok-kelompok mereka menyebut saya sebagai salah seorang figur yang kemungkinan akan maju,” jelasnya ditemui di ruang kerjanya, Jumat (15/7) sore.

Selain bertemu dengan masyarakat, Ahyar juga mengaku pernah berkomunikasi dengan beberapa tokoh partai. Komunikasi yang dilakukan masih sebatas pembicaraan informal. “Sampai sekarang ini belum ada komunikasi secara intensif terkait dengan kemungkinan-kemungkinan saya untuk mendapatkan dukungan itu,” ujarnya.

Di internal Partai Golkar sendiri diakui Ahyar belum ada pembahasan serius secara kelembagaan terkait Pilkada NTB 2018. Jika pun ada, masih sebatas obrolan biasa. Biasanya Partai Golkar melakukan survei, namun sampai saat ini juga belum dilakukan. “Pembicaraan-pembicaraan atau pembahasan di kalangan tokoh partai sudah mulai banyak. Tapi tentu itu di luar mekanisme kepartaian. Jadi Golkar belum melakukan pembahasan-pembahasan menurut mekanisme kepartaian,” terangnya.

Kendati demikian, memutuskan untuk maju pada Pilkada mendatang harus disertai dengan berbagai kalkulasi dan pertimbangan. Ahyar tidak ingin tergesa-gesa memutuskan. Ia menyatakan belum saatnya untuk memutuskan. Ia perlu melihat dan mengkalkulasi peluang dukungan dari masyarakat. Dalam rangka mendeteksi seberapa besar dukungan dari masyarakat, ia juga berencana melakukan survei .

“Bisa saja nanti mungkin ada partai-partai tertentu yang akan melakukan survei dan saya sendiri bisa melakukan survei untuk melihat peluang itu. Tentu saya harus realistis dan tidak mau juga untuk memaksakan diri. Tentu ada hitung-hitungannya,” jelasnya. Jika nantinya memang peluangnya cukup besar dan secara perhitungan politis cukup realistis serta memiliki peluang, ia akan memutuskan untuk bertarung.

Terkait beberapa nama figur yang mulai bermunculan, Ahyar mengatakan semua memiliki peluang yang sama. Munculnya berbagai figur ini menurutnya langkah bagus sehingga masyarakat bisa melihat dan memilih siapa kira-kira yang tepat memimpin NTB selanjutnya pascapemerintahan Drs.TGH. M. Zainul Majdi. ‘’Saya kira semua punya peluang,’’ ucapnya.

Calon pemimpin NTB ke depan yang ideal menurutnya harus memiliki integritas tinggi. Di samping memiliki visi dan misi ke depan bagaimana menyelesaikan berbagai persoalan di daerah ini. “Bagaimana membawa NTB ke depan lebih baik, lebih sejahtera, intinya di situ. Pada waktunya nanti figur-figur itu akan menyampaikan gagasan dan programnya sehingga masyarakat bisa melihat mana figur atau calon-calon potensial yang memiliki pandangan untuk bisa membawa NTB ini lebih baik ke depan,” demikian Ahyar Abduh. (ynt)