Politik Primordial Masih Kuat di NTB

Mataram (suarantb.com) – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mendorong putra-putra terbaik asal Pulau Sumbawa untuk maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 mendatang. Sikap Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini mendapatkan respon positif dari anggota DPRD NTB Dapil Sumbawa dan Sumbawa Barat, Burhanuddin Jafar Salam.

Pria yang akrab disapa BJS ini mengatakan dorongan gubernur tersebut sebagai pembelajaran bagi perpolitikan di daerah ini. Ia mengatakan, sudah saatnya politik primordial berdasarkan SARA tidak dikedepankan lagi. Bahkan ia mengandaikan jika hal tersebut terjadi, NTB bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain.

Ketua DPD PAN Sumbawa ini juga memberikan gambaran bagaimana politik yang ideal seharusnya nampak dalam kehidupan politik tanah air. Ia juga memberikan contoh, politik yang baik dan tidak memandang suku, warna kulit, ras dan agama harus dikedepankan.

“Seperti Amerika, Obama saja yang kulit hitam bisa menjadi Presiden di Amerika,” ujarnya kepada suarantb.com, Senin, 18 Juli 2016.

Ketua DPD PAN Sumbawa ini mengatakan, pertimbangan geopolitik masih menjadi pertimbangan partai politik dalam menentukan calon gubernur maupun wakil gubernur selain faktor figur. “Figuritas emosional ini bukan hanya di NTB saja. Kita orang timur ini masih kuat promordialnya,” katanya.

BJS menambahkan, sinyal yang diberikan TGB dalam pernyataannya yang tidak saja mendorong, bahkan mendukung putra Sumbawa maju dalam Pilgub 2018 mendatang bisa menjadi pembelajaran politik dan acuan bagi partai politik dalam mengambil keputusan siapa calon yang akan maju dalam Pilgub mendatang. “Kita harus realistis melihat figuritas, popularitas calon,” ujarnya. BJS mengungkapkan, tren politik di NTB masih bersifat primordial atau emosional kedaerahan. (ast)