Polisi Waspadai Praktik Taruhan di Pilkada

Guntur Herditrianto, M. Husni Abidin. (Suara NTB/cem/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pesta demokrasi baik tingkat desa, kota maupun provinsi sering dihiasi oleh praktik judi atau taruhan. Pendukung pasangan calon memasang taruhan besar untuk meramaikan hajatan lima tahunan tersebut. Hal ini menjadi atensi aparat penegak hukum karena rawan menimbulkan kegaduhan.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto mengaku baru mendengar istilah judi dalam pesta demokrasi. Akan tetapi, informasi ini akan didalami dan dijadikan atensi untuk dilakukan penyelidikan. Para pendukung pasangan calon kepala daerah boleh saja meramaikan pilkada tetapi tidak boleh ada praktik taruhan. “Nanti kita lidik,” tegas Kapolres ditemui,Rabu, 25 November 2020.

Praktik perjudian tidak diperbolehkan. Apalagi ini mempertaruhkan kandidat yang bertarung pada pemilihan kepala daerah. Praktik seperti ini dikhawatirkan akan memperkeruh suasana sehingga menimbulkan kegaduhan. Sebagai bentuk atensi kata Kapolres, pihaknya akan membentuk tim khusus terdiri dari Reskrim dan Intel. “Tidak boleh ada judi di Pilkada,” katanya mengingatkan.

Kapolres meminta masyarakat melaporkan jika mendengar adanya informasi pendukung paslon melepas taruhan.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram, M. Husni Abidin tak menampik adanya praktik judi atau taruhan pada setiap pesta demokrasi. Menurut dia, tidak saja level pemilihan kepala daerah, tetapi pemilihan kepala desa pun masyarakat melepas taruhan cukup besar. Kendati demikian, proses pengawasan maupun penindakan menjadi kewenangan dari kepolisian. “Kapasitas kami hanya sebagai penyelenggara. Urusan itu ranahnya di kepolisian,” kata Husni.

Di satu sisi ujar Husni, taruhan ini membangun semangat demokrasi masyarakat. Secara tidak langsung oknum yang bertaruh mengajak masyarakat untuk datang ke tempat pemungutan suara untuk menyalurkan hak pilih mereka. Tetapi disisi lain, memiliki dampak negatif karena akan menimbulkan konflik.

Selama ini, jarang ditemukan pada pemilihan kepala daerah tim sukses atau penduduk yang melepas taruhan ribut karena kalah. Rata – rata mereka telah menyadari konsekuensi dan memiliki kedewasaan. “Ndak ada sih saya dengar sampai ada yang ribut. Yang taruhan ini kan rata – rata orang – orang punya kepentingan dan cerdas semua,” demikian kata dia. (cem)